OAIL ITERA Tetap Lakukan Pengamatan Hilal 1 Syawal 1442 H

# Dilihat: 258 pengunjung
  • Bagikan

LAMPUNG SELATAN — Tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) ITERA tetap akan melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1442 H, meski pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada, Kamis, 13 Mei 2021. Pengamatan tersebut dilakukan selain sebagai bagian dari penelitian juga untuk mengedukasi masyarakat tentang penanggalan Islam.

Kepala Observatorium Astronomi ITERA Lampung, Hakim L Malasan, melalui siaran pers, Rabu, 12 Mei 2021 menyampaikan, OAIL telah melaksanakan pengamatan hilal sejak tahun 2017.

Penanggalan awal bulan Hijriah ditandai dengan terlihatnya (atau terhitung dapat terlihatnya) bulan sabit muda (hilal) pada saat Matahari tenggelam pada tanggal 29 bulan Hijriah. Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal atau terhitung tidak mungkin teramati, maka tanggal pada bulan Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Pada tahun ini, 29 Ramadhan 1442 H bertepatan pada tanggal 11 Mei 2021. Sementara pada tanggal 11 Mei 2021, saat Matahari terbenam di Bandar Lampung pukul 17:53 WIB, Bulan berada di bawah horizon barat dengan altitude Bulan sebesar -03°:21′ oleh karena itu OAIL tidak melakukan pengamatan hilal pada tanggal 11 Mei 2021, namun pengamatan tetap dilakukan pada tanggal 12 Mei 2021.

“Selain untuk melakukan rukyatul hilal, pengamatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat,” ujar Hakim.

Hakim, menambahkan konjungsi toposentrik terjadi pada tanggal 12 Mei 2021 pada pukul 01:23 WIB dengan umur Bulan 16 jam 30 menit. Pengamatan dilakukan di GLT2 menggunakan reflektor berukuran 90 mm dan detektor kamera Canon EOS Mark IV.

Kami akan melakukan streaming kondisi pengamatan melalui kanal YouTube OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail dan juga melalui media sosial instagram: @oail.itera. Bagi masyarakat umum yang ingin memantau kondisi pengamatan, silahkan masuk melalui platform tersebut.

Dari perhitungan yang dilakukan, ketinggian Bulan pada saat Matahari tenggelam sudah mencapai +05°:01′:59″ dan azimut Bulan sebesar +289°:42′:09″, dengan beda azimut +01°:28′:50″ dari lokasi Matahari terbenam, dengan elongasi sebesar +06°:22′:09″.

Kemudian penentuan awal bulan Syawal 1442 H tetap mengikuti ketetapan pemerintah Republik Indonesia melalui sidang itsbat yang dikoordinasikan oleh Kementerian Agama. *(*)*

  • Bagikan