PRINGSEWU — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019, di Pekon Panggung Rejo, Pringsewu, Minggu 15 Desember 2019.
Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Ekobang Pemprov Lampung Taufik Hidayat, mengatakan, melalui peringatan HKSN 2019, diharapkan dapat menambah semangat persatuan, kegotong-royongan dan kekeluargaan.
Mampu memelihara dan memperkaya bentuk kesetiakawanan sosial di daerah masing-masing, untuk menuju “Rakyat Lampung Berjaya”.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni yang hadir dalam acara tersebut juga mengatakan, HKSN jatuh tanggal 22 Desember, HKSN merupakan kristalisasi budaya Indonesia yang saling asah asih dan asuh.
Dengan bersatu padu maka pembangunan kesejahteraan sosial dan pembangunan menuju arah Lampung berjaya bisa cepat tercapai.
Perlu diketahui, dalam acara HKSN itu pemprov Lampung juga menyerahkan bantuan kursi roda penyandang disabilitas, bantuan modal usaha, penghargaan bagi pekerja sosial, maupun masyarakat yang berjasa di bidang sosial.
Dalam Kegiatan HKSN itu juga digelar pengukuhan pengurus Karang Taruna Pringsewu periode 2019-2024.
Pada sambutannya, Gubernur Lampung juga mengatakan, Seperti diketahui bersama bahwa Karang Taruna merupakan Organisasi Sosial Kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda yang bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.
Keberadaan Karang Taruna di Provinsi Lampung sangat dirasakan keberadaannya khususnya dalam upaya mencegah timbulnya masalah sosial, menumbuh kembangkan usahausaha ekonomi produktif. Saat kita sedang menghadapi gelombang Revolusi Industri 4.0.
Kini orang bisa berjualan tanpa harus punya toko, bisa berbisnis taksi tanpa harus punya mobil, dan lain sebagainya. Kondisi ini membuat hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan; namun disisi lain justru menciptakan berbagai jenis pekerjaan baru yang menggantikan pekerjaan lama.
Efek kejut dari gelombang revolusi 4.0 ini semakin tak terelakkan, dinamika perubahan semakin cepat dan menimbulkan cultural lag. Percepatan perubahan teknologi selalu lebih tinggi dari apa pun, khususnya kultur, kebijakan publik, riset, maupun pendidikan.
Oleh karena itu, diharapkan
kepada keluarga Besar Karang Taruna, agar mampu bersaing dan berpartisipasi serta menjadi pionier yang mampumemberikan kontribusi sosial bagi masyarakat.
Turut Hadir dalam acara tersebut, Ketua Karang Taruna Lampung, sekaligus Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, Wakil Bupati Pringsewu, Dr. Fauzi, serta Forkompinda daerah setempat.(ih).






