Suryasumatera.com — WAYKANAN –Persatuan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI), melaksanakan peresmian Jembatan Gantung Di Desa Gunung Katun, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Rabu 13 Agustus 2025.
Secara simbolis Jembatan diresmikan, sekaligus dilakukan penandatanganan serah terima Jembatan Gantung Baja, oleh Ketua PIISEI, yang diwakili Arma Anggito Abimanyu, kepada Kepala Kampung Gunung Katun, dan disaksikan oleh Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah, dan Ketua PIISEI Lampung Prof. Dr. Marselina Djayasinga, SE., MPM.

Dalam Sambutannya, Arma Anggito Abimanyu mengatakan, PIISEI mendapat informasi dari Ketua Yayasan Relawan Kampung Indonesia, tahun lalu menyampaikan kabar bahwa Desa Gunung Katun ini sangat membutuhkan jembatan untuk kemudahan lalu lintas antar desa, terutama bagi anak-anak sekolah.
Kami prihatin dan langsung setuju membantu mewujudkan jembatan yang kokoh di hadapan kita ini. Alhamdulillah, pembangunan jembatan yang dimulai tahun 2024 yang lalu ini telah selesai dengan sempurna.
Program Pembangunan jembatan ini sejalan dengan program PIISEI, sebagai organisasi sosial untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang membutuhkan dimanapun di pelosok Indonesia.
Dengan diresmikannya jembatan di Desa Gunung Katun ini, maka PIISEI Alhamdulillah telah menyumbangkan dua jembatan di daerah Lampung, jembatan yang pertama dibangun tahun 2017 di daerah Lampung Selatan, Dan PIISEI selama ini sudah menyumbangkan sepuluh jembatan, yang seluruhnya dibantu pengerjaannya oleh Yayasan Relawan Kampung Indonesia.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih dan setinggi penghargaan setinggi-tingginya kepada para pihak yang telah mendukung program sosial PIISEI ini, juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kerjasama yang tanpa pamrih selalu membantu dan mengatur serta memonitor pengerjaan jembatan dimanapun di pelosok Indonesia. Tak lupa ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada masyarakat Desa Gunung Katun yang dengan tulus bergotong royong, membantu pelaksanaan pembangunan jembatan kebanggaan warga ini. Semoga Allah SWT akan memberi balasan limpahan pahala atas budi baik dan keikhlasan Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian,” harapnya.
Arma menambahkan, PIISEI berharap jembatan ini dapat digunakan dan dirawat sebaik-baiknya sehingga dapat bertahan lama, karena selain mempermudah perjalanan anak-anak menuju dan pulang dari sekolah, jalan ini juga dapat digunakan sebagai jalan lintas terdekat, yang membantu warga desa lebih mudah berhubungan dengan desa sekitarnya, dan yang pasti dengan dibangunnya jembatan ini, maka mata rantai perekonomian di desa sekitar jembatan ini dapat bergerak lancar dan maju.
“Pada tahun yang lalu di samping membangun jembatan, PIISEI juga membantu perbaikan gedung Sekolah Dasar Negeri 3 yang berada di seberang jembatan ini. Pada hari ini kami bermaksud untuk memberikan sumbangan tambahan untuk sekolah dasar tersebut yang akan kami serahkan setelah acara ini selesai,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah mengatakan, kehadiran Ibu-ibu PIISEI menjadi semangat dan motivasi bagi Pemkab Way Kanan untuk terus membangun daerah, dan Semoga momentum ini dapat terus mempererat tali silaturahmi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pembangunan di Way Kanan dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Sebelumnya, masyarakat Dusun Mojosari, Kampung Gunung Katun, Kecamatan Baradatu, menghadapi tantangan besar dalam mobilitas sehari-hari sebelum adanya jembatan gantung baja.
Satu-satunya akses untuk menyeberangi sungai adalah melalui jembatan kayu. Kondisi ini sangat membahayakan, terutama saat musim hujan tiba, di mana arus sungai deras dan sering kali meluap, membuat jembatan kayu tersebut tidak bisa dilewati sama sekali.
Akibatnya, aktivitas ekonomi warga menjadi terhambat, hasil pertanian sulit diangkut keluar, dan yang paling memprihatinkan, anak-anak sekolah harus memutar jauh atau bahkan tidak bisa pergi ke sekolah karena khawatir akan keselamatan mereka.
Lalu hadirlah program pembangunan infrastrutur dari Perkumpulan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PIISEI) dan Bank Mandiri di tengah-tengah kita, bak oase di padang gurun. Proyek berupa jembatan gantung baja dan gedung sekolah adalah sesuatu yang telah lama kami impikan.
Sebab, dengan adanya jembatan gantung baja ini, hasil pertanian bisa diangkut keluar dengan lebih mudah dan cepat, serta anak-anak yang berangkat sekolah tidak perlu lagi memutar jauh, sehingga mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih aman dan nyaman. Jembatan gantung ini tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.
Jembatan gantung ini memiliki panjang 60 meter dan lebar 1,2 meter, berlokasi di Dusun 3 Mojosari. Jembatan ini bukan hanya sekadar penghubung fisik, melainkan juga simbol harapan dan semangat gotong royong.
“Dengan adanya jembatan ini, akses warga akan lebih mudah, mobilitas ekonomi meningkat, dan anak-anak dapat pergi ke sekolah dengan lebih aman,” pungkasnya.
Bupati menambahkan, selain peresmian jembatan, PIISEI juga telah melakukan pembangunan lain, yaitu rehabilitasi lima ruang kelas, pengecatan dinding, dan perbaikan plafon di SD Negeri 3 Gunung Katun.
Pembangunan ini sangat berdampak karena memberikan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi generasi penerus bangsa. (Ih)






