Suryasumatera.com — Rahmad Agus Nugroho (RAN), yang kini menjabat sebagai Sales Account Officer di PT. Sucofindo Cabang Bandar Lampung, menjadi narasumber pada penyelenggaraan kegiatan Lokakarya Optimalisasi Pemasaran Layanan Bisnis Universitas Lampung (Unila).
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gedung A Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung, pada Kamis, 26 November 2025 itu secara resmi dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T, dan di hadiri sejumlah pejabat perguruan tinggi tersebut, diantaranya kepala unit pelaksana, laboratorium, serta Tim PRPTN 2024.

Di acara itu hadir juga sebagai narasumber, Ferry Septyanta, selaku Koordinator sales PT. Sucofindo Cabang Bandar Lampung.
Usai pemaparan dari narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Rahmad Agus Nugroho (RAN), dalam pada kegiatan itu membagikan tips dan pengalamannya di bidang strategi pemasaran dan optimalisasi layanan bisnis, yang selama ini ia tekuni.
”Kami hadir, yang pertama untuk berbagi tips dan trik serta pemaparan materi dilanjut dengan sesi diskusi yang membahas strategi pemasaran, penguatan branding, dan optimalisasi layanan bisnis di perguruan tinggi. Kedua, untuk membagikan pengalaman terkait strategi pemasaran layanan teknis dan pengelolaan portofolio bisnis. Ketiga, mendorong fakultas dan laboratorium untuk melakukan pemetaan keunggulan masing-masing, menjaga kualitas layanan, serta memastikan bahwa setiap produk ilmiah maupun teknis mencerminkan citra Unila sebagai institusi yang profesional dan solutif,” ujarnya, saat di wawancarai awak media.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T, dalam sambutannya di acara tersebut menyampaikan, apresiasi kepada narasumber dari PT Sucofindo, yang hadir untuk membagikan pengalaman terkait strategi pemasaran layanan teknis dan pengelolaan portofolio bisnis.
Ia menilai, praktik industri seperti yang diterapkan Sucofindo dapat menjadi rujukan penting bagi Unila dalam meningkatkan profesionalisme layanan institusi.
“Pengalaman Sucofindo adalah standar industri. Ini kesempatan bagi kita untuk belajar bagaimana membangun portofolio layanan yang dipercaya klien,” kata Warek Unila tersebut.






