Sidak Pasar Jelang Idul Fitri 1445 H, Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung Bani Ispriyanto: Tidak Ditemukan Kandungan Zat Berbahaya

Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung Bani Ispriyanto, saat sidak pasar jelang Idul Fitri 1445 Hijriah, Selasa (2/4/2024).

Bandar Lampung — Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung Bani Ispriyanto, mengungkapkan tidak ditemukan adanya kandungan zat berbahaya dari sampel makanan (negatif), seperti pestisida dan formalin.

Hal itu disampaikannya saat melakukan sidak bersama Tim Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Lampung melakukan Sidak ke Pasar Gudang Lelang dan Chandra Supermarket Teluk Betung, Selasa (2/4/2024).

Tim Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Lampung bersama BB POM, Balai Karantina Bandar Lampung dan instansi terkait melakukan sidak pengawasan keamanan pangan segar, olahan dan siap saji guna menjamin keamanan bahan pangan yang akan dikonsumsi masyarakat dari zat berbahaya, khususnya menjelang HBKN Idul Fitri 2024.

“Semuanya negatif, aman untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Bani Ispriyanto.

Bani menambahkan, selain itu, tim juga mengambil sampel lain untuk dilakukan pengujian seperti kue dan kacang-kacangan dalam kemasan, daging ayam, daging sapi, ikan kembung, ikan teri, cumi asin, ikan asin, bakso ikan, tahu, ikan giling, pempek kulit, mie tektek. Secara keseluruhan, juga tidak ditemukan zat-zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B dari sampel tersebut.

Di pasar gudang lelang, tim gabungan mengambil sejumlah sampel bahan pangan segar berupa sayuran dan buah-buahan seperti jeruk santang, cabai merah, sawi, timun. Dari hasil uji sampel yang dilakukan.

Tim Gabungan kemudian melanjutkan sidak ke Pasar Modern Chandra Supermarket Teluk Betung. Tim mengambil sampel serta melakukan pengujian pada sejumlah bahan pangan seperti brokoli, tomat, kacang-kacangan, beras, kiwi, pear, apel, jamur, daging dan telur ayam, udang kupas, ikan dori fillet, ikan asin peda, bakso ikan goreng.

“Ini semua diperuntukkan bagi kenyamanan masyarakat dalam mengonsumsi bahan pangan yang terjamin keamanannya,” ucap Bani Ispriyanto.(*)

Seedbacklink