SMA Xaverius Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

BANDARLAMPUNG — Dalam era ini, mau tidak mau, suka tidak suka kita dihadapkan pada perkembangan dan pemanfaatan teknologi yang semakin canggih.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD Andreas Sutrisno, saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar oleh SMA Xaverius Pringsewu dan SMA Xaverius Bandar Lampung, Selasa (11/6/2019).

Dalam sambutannya tersebut RD Andreas Sutrisna juga mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan pada 11–13 Juni 2019 di Zona Tempur 235 Bandar Lampung ini mengambil tema “Menjadi Xaverian Sejati Yang Berkarakter dan Menginspirasi”.

LDK kali ini, SMA Xaverius mengajak calon pengurus OSIS dari SMA Bintang Timur Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada seluruh peserta yang terdiri dari 43 siswa untuk bersosialisasi dengan siswa lain yang berbeda latar belakang baik sosial, agama, suku.

Dalam sambutannya Romo Andreas Sutrisno juga memaparkan, beberapa hal penting terkait dengan pentingnya penanaman nilai-nilai karakter siswa dalam dunia yang terus berkembang dalam era industry 4.0.

Romo Sutris meminta agar seluruh peserta mau belajar untuk menguasai dan nantinya mampu mengendalikan teknologi dengan akal budi yang diberikan Tuhan.

“Pendidikan yang sudah masuk dalam peradaban abad 21 atau era industry 4.0 harus masuk dalam pribadi manusia yang humanis. Bukan hanya sisi intelektual saja yang diperhatikan, tetapi seluruh pribadi manusia harus diperhatikan; kecerdasan, emosional, spiritual, aktifitas, dan daya juang,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan pendidikan abad 21 menitikberatkan pada tiga hal penting, yaitu : pembentukan karakter manusia seutuhnya, pengembangan kearifan lokal untuk dunia terkait dengan macam-macam literasi.

Selanjutnya aplikasi teknologi sebagai nilai tambah untuk membantu mengarahkan manusia agar mampu menguasai teknologi informasi dan aplikasi.

BACA JUGA:  Kain Sering Tersangkut, Muslimah Lampung dibekali Safety Riding Oleh TDM

Diharapkan agar para siswa dapat mengembangkan nilai-nilai karakter yang juga menjadi harapan pemerintah yang terdiri dari 9 nilai inti karakter.

Nilai-nilai itu antara lain; keberanian, keadilan, kebaikan hati, rasa terima kasih, kebijaksanaan, mawas diri atau refleksi, rasa hormat terhadap orang lain, tanggung jawab, dan pengendalian diri.

Di samping itu, diharapkan para peserta mampu menerapkan nilai-nilai moral public dalam kebersamaan melalui perwujudan peduli terhadap ancaman keselamatan bersama.

Disamping itu rasa keadilan dan kepantasan, kebebasan dengan menjunjung tinggi hak-hak dasar manusia, kesetiaan pada institusi, tradisi, konstitusi bersama, respek terhadap otoritas yang disepakati bersama, menghormati nilai-nilai yang dipandang paling mulia yang disepakati bersama.

LDK sebagai salah satu sarana membentuk karakter siswa. Oleh karena itu para peserta diminta optimis dan semangat, tidak perlu ragu dan takut untuk menghadapi perkembangan jaman.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia LDK, Imelda Natalia Lumban Gaol meminta seluruh peserta dapat mengikuti dan mencerna semua materi yang disampaikan pembimbing dengan baik agar apa yang diharapkan dari kegiatan ini dapat tercapai.

Tujuan kegiatan kegiatan ini untuk membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain melalui kegiatan organisasi.

“Spirit keteladanan yang diambil pada kegiatan LDK kali ini adalah spirit Santo Fransiskus Xaverius,” ucapnya.(*)

Komentar