Tak Cuma Soal Listrik, PLN UID Lampung Juga Siapkan Nasi Bungkus 4.500 Perhari Bantu Korban Tsunami

198

LAMPUNG SELATAN — “Posko Dapur Umum yang didirkan di Lapangan Tenis Indoor Kalianda, makan yang disajikan untuk para korban sebanyak 4.500 bungkus/harinya. Dengan rincian, 1.500 bungkus untuk makan pagi, 1.500 bungkus untuk makan siang, dan 1.500 bungkus untuk makan malam” ujar Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Junarwin saat ditemui dilokasi pengungsian beberapa hari lalu.

Junarwin juga menjelaskan, untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah tersebut, PT PLN (Persero) UID Lampung mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) PLN yang terdiri dari 40 orang di bidang pelayanan teknik. Kemudian untuk 15 orang pegawai PLN, melakukan pemulihan terhadap kondisi kelistrikan di Lampung Selatan.

Untuk bantuan non teknis yang diberikan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, berupa bantuan beasiswa lanjut pendidikan hingga SMA kepada dua anak yatim piatu yang jadi korban bencana alam.

Kemudian paket sembako, makanan isntant, pakaian layak pakai, obat-obatan, peralatan masak, peralatan mandi dan peralatan ibadah.

Bantuan lain yang diberikan, berupa makanan bayi dan perlengkapan bayi, pembalut wanita, tikar dan tissue. Harapannya, bantuan yang diberikan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terkena dampak bencana alam gelombang tsunami tersebut.

YBM PT. PLN UID Lampung mendirikan tiga posko untuk korban bencana. Seperti Posko Dapur Umum, Posko Logistik, Posko Anak dan Ibu Menyusui.

Ketiga posko tersebut, terpusat di tempat pengungsian Lapangan Tenis Indoor Kalianda dan ada juga di Desa Way Muli lokasi yang paling parah terkena dampak gelombang tsunami.

Posko ini, sudah dioperasikan sejak 27 Desember 2018 hingga 12 hari ke depan. Tim relawan dari pegawai PLN UID Lampung langsung turun ke lokasi memberikan bantuan kepada para korban dan melihat pengaturan jadwal penyaluran logistik.

Ribuan bungkus makanan yang disajikan tersebut, dibagikan kepada masyarakat korban tsunami Pulau Sebesi, Sebuku, Desa way Muli, Way Muli Timur, Kunjir, Sukaraja dan lainnya.

Karena semakin bertambahnya jumlah pengungsi, tim relawan dari seluruh unit pelaksana PLN UID Lampung dan dari unit-unit PLN lainnya turut turun ke lokasi.

Bahkan tim relawan dari luar wilayah Lampung seperti YBM PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu turut hadir untuk memberikan bantuan.

“Bersamaan dengan itu, relawan pegawai PLN melakukan kegiatan trauma healing untuk anak-anak yakni mengajak bermain dan mewarnai. Harapannya, kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban dan trauma yg dialami anak-anak dan juga orangtua pasca terjdainya bencana alam itu,”tukasnya. (*).

Komentar