SURYASUMATERA.COM — BANDAR LAMPUNG – Guna memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan kompetensi dasar petugas terus menjadi fokus utama instansi hukum, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung menggelar pelatihan Samapta khusus, dengan menggandeng Sekolah Polisi Negara (SPN) untuk menyukseskan program pembekalan tersebut pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Amiek Diyah Ambarwati, menjelaskan bahwa agenda ini lahir dari sebuah evaluasi mendalam. Sebab, mayoritas petugas wanita di lingkungan Lapas masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai teknik pengamanan fisik.
Petugas Lapas Wajib Miliki Kemampuan Dasar Menangkis Serangan
Dalam keterangannya, Amiek mengakui bahwa para anggotanya nyaris tidak memiliki bekal memadai mengenai taktik pelumpuhan awal. Oleh karena itu, inisiatif kolaborasi bersama instruktur SPN ini menjadi solusi cepat untuk mentransfer ilmu bela diri taktis.
Selanjutnya, Amiek juga menambahkan bahwa seluruh jajarannya harus memiliki kesiapan fisik yang prima selama bertugas. Melalui latihan intensif ini, para petugas wanita akan mendapatkan bekal ilmu bela diri praktis. Pengetahuan ini sangat berguna agar mereka mampu menangkis serangan mendadak serta menjaga kondusivitas area Lapas.
Rencana MoU Bulanan dan Agenda Pelatihan Menembak Dasar
Menariknya, kegiatan Samapta bersama institusi kepolisian ini merupakan langkah awal pada bulan ini. Pihak Lapas kini tengah merancang sebuah kesepakatan kerja sama formal atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Komandan SPN. Rencana strategis ini bertujuan agar kegiatan pelatihan serupa dapat berjalan rutin satu bulan sekali.
Amiek menjelaskan bahwa materi pelatihan pada setiap bulannya akan terus berkembang secara variatif. Pihak Lapas menjadwalkan kunjungan langsung ke markas SPN pada bulan depan untuk memperdalam materi teknis berikutnya.
Materi Bulan Depan: Petugas akan fokus mempelajari teknik penguncian lawan secara efektif.
Pembelaan Diri: Instruktur akan mempertegas materi pembelaan diri praktis dalam situasi darurat.
Program Lanjutan: Manajemen Lapas menyiapkan program khusus latihan menembak dasar bagi pegawai.
Pada akhirnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia ini siap meningkatkan standar keamanan di dalam Lapas Perempuan. Dengan kemampuan bela diri yang mumpuni, risiko terjadinya kericuhan antarwarga binaan dapat berkurang drastis.***






