SURYASUMATERA.COM — BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Pengukuhan jabatan Guru Besar, bertempat di GSG Unila, Rabu 17 September 2025.
Sebanyak 9 Guru besar dikukuhkan oleh Rektor Universitas Lampung
Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM, Asean Eng.
Dalam sambutannya, Rektor Unila Prof. Lusi menyampaikan, bahwa Pengukuhan jabatan Guru Besar Universitas Lampung yaitu jabatan Guru Besar dengan nomor urut ke 158, 159, 160, 161, 162, 163, 164, 165 dan 166.
Dengan demikian, sampai hari ini Universitas Lampung sudah memiliki 166 Guru Besar dan terdapat 6 Guru Besar yang sedang diproses.
Pengukuhan jabatan guru besar hari ada 9 Guru Besar yang akan di kukuhkan, yaitu dosen Fakultas Pertanian 5, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2, Fakultas Teknik 1 dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 1.
Pengukuhan Guru Besar bukan hanya puncak pencapaian dalam karier akademik dosen, tetapi juga simbol dedikasi, kerja keras, dan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, serta masyarakat.
Keberadaan guru besar tidak hanya menjadi aset intelektual bagi universitas tetapi juga bagi bangsa. Di tengah tantangan global seperti perubahan teknologi, transformasi sosial, dan kompleksitas ilmu pengetahuan, guru besar memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai akademik, inovator dalam riset, dan penggerak perubahan.
Rektor berharap, dengan pengukuhan ini, guru besar yang baru dapat terus memberikan kontribusi yang luar biasa, baik melalui penelitian unggulan, kolaborasi lintas disiplin, maupun pembinaan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.
Dengan dikukuhkannya 9 orang dosen menjadi Guru Besar baru pada hari ini, UNILA memiliki tambahan SDM yang secara kapasitas sudah sangat teruji keilmuannya.
Hal ini, tentunya akan membuat keberadaan UNILA semakin diakui oleh masyarakat luas. Sebab, jabatan guru besar menunjukkan pengakuan akan kompetensi di bidang akademik.
Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan, menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki.
Ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap UNILA yang sekarang sudah terakreditasi UNGGUL, dan sebagai salah satu dari jajaran kampus terbaik.
“Saya mengucapkan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan hari ini. Semoga pengukuhan guru besar hari ini, menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar. Mari kita berdoa, semoga ilmu guru besar yang dikukuhkan hari ini, dapat memberikan manfaat bagi UNILA, bangsa dan negara.
Berikut Nama-nama Guru Besar yang Dikukuhkan:
1. Prof. Dr. Ir. Darwin H. Pangaribuan, M.Sc.
Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Tanaman Sayuran.
Judul Orasi “Optimalisasi Hasil dan Kualitas Sayuran melalui Pengelolaan Nutrisi Terpadu pada Sistem Lahan Terbuka dan Hidroponik”
2. Prof. Dr. Rahmat Safe’i, S.Hut., M.Si.
Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Kesehatan Hutan. Judul Orasi “KESEHATAN HUTAN: Pentingnya Pemantauan Kesehatan Ekosistem Hutan Dalam Pengelolaan Hutan Lestari”
3. Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si.
Profesor/Guru Besar dalam mengomel ilmu/kepakaran Pengelolaan Sumberdaya Perikanan.
Judul Orasi “Pengelolaan Bersama (Co-Management) Sumberdaya Rajungan (Portunus pelagicus) di Lampung: Dari Sains ke Pengelolaan Berkelanjutan”
4. Prof.Dr.Drs. Muhammad Sukirlan, MA.
Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Second Language Acquisition.
Judul Orasi “Communication Strategies in Second Language Acquisition”
5. Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D.
Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Kepemimpinan Pendidikan.
Judul Orasi “Kepemimpinan Pendidikan: Kepemimpinan Sekolah dalam Konteks Sekolah di Indonesia”
6. Prof. Dr. Mita Rilyanti, S.Si., M.Si.
Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Kimia Anorganik Material.
Judul Orasi “Modifikasi Green Catalyst Zeolite Socony Mobile-5 (ZSM-5)
Berbasis Silika Bagasse untuk Produksi Bioenergi”
7. Prof.Dr. Yuyun Fitriana, S.P., M.P.
Profesor/Guru Besar dalam mengomel ilmu/kepakaran Patologi Serangga (Entomopatogen)..
Judul Orasi “Pengendalian Hama Tanpa Racun: Mengenal Entomopatogen sebagai
Pahlawan Tak Terlihat”
8. Prof. Dr. Ir. Sri Ratna Sulistiyanti, M.T.
Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Rekayasa Elektro.
Judul Orasi “Rekayasa Elektro dan Sistem Cerdas: Integrasi Teknologi untuk Lingkungan, Energi, dan Kesejahteraan Masyarakat”
9. Prof.Dr.Ir. Warji, S.TP., M.Si., IPM.
Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Rekayasa Alat Mesin Pertanian dan Pangan.
Judul Orasi “Desain Mikrokapsul Multilayer Berbasis Nanofibril Sebagai Inovasi Teknologi untuk Pertanian dan Pangan”.






