Wahyu Dapat Kursi Roda Dari Pak Gubernur, Kadisos: Kami Bantu Semaksimal Mungkin Agar Wahyu Sembuh

# Dilihat: 54 pengunjung
  • Bagikan

PESAWARAN — Kebahagiaan tampak terpancar dari Wahyu Hidayat Fatehah, ia beserta keluarganya mendapat kabar bahwa Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung akan menyambangi rumahnya.

Kedatangan perwakilan dari Pemprov Lampung itu untuk memberikan bantuan berupa kursi roda dari Gubernur Lampung seperti yang diinginkan Wahyu.

Dari keterangan keluarganya, bahwa Wahyu berharap di bulan puasa ini ada yang memberikan bantuan kursi roda, untuk mengurangi beban orang tuanya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si didampingi Kepala Bidang Rehabsos Dinas Sosial Provinsi Lampung Ratna Fitriani, menyambangi kediaman Wahyu di Dusun 7 Desa Sukaraja Gedongtataan, Pesawaran, dengan membawa satu unit kursi roda untuk Wahyu, Kamis (29/4/2021).

“Kami mendapat tugas dari pak gubernur, terkait informasi mengenai wahyu dari media, bahwa di pesawaran ada orang yang sangat membutuhkan kursi roda. Pak gubernur menugaskan kami Dinas Sosial Provinsi Lampung untuk membantu memberikan kursi roda, di mana kursi roda ini memang yang sangat diharapkan oleh wahyu, dan manfaatnya sangat butuhkan oleh wahyu,” ujar Kadis saat diwawancarai awak media di kediaman Wahyu.

Aswarodi menambahkan, untuk penanganan pengobatan Wahyu, pihak Pemprov Lampung akan menindaklanjuti sesuai nota kesepahaman 5 lembaga, dan orang tua Wahyu bisa mengajukan proposal permohonan ke Pemprov Lampung melalui Dinas Sosial untuk memperoleh bantuan biaya selama menjaga Wahyu berobat.

“Untuk penanganan selanjutnya, menindaklanjuti nota kesepahaman dengan 5 lembaga, jadi kita bekerja sama dengan aparat desa memfasilitasi terkait dengan pengantaran ambulance dan sebagainya, lalu nanti untuk pengobatan mulai dari rujukan sampai terapi pengobatan, ini menjadi wilayah BPJS dan rumah sakit, dan orang tua wahyu dapat mengajukan proposal kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial untuk memperoleh bantuan biaya hidup selama menjaga wahyu berobat. Jadi kalau diobati di jakarta diperkirakan berapa hari nanti kita estimasi dan kita usulkan ke Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendapatkan bantuan selama menjaga Wahyu,” terangnya.

Aswarodi juga menjelaskan, bahwa ini merupakan tugas pemerintah, dan berharap Wahyu bisa sembuh.

“Ini adalah merupakan tugas kita ya, dan kita berharap wahyu agar cepat sembuh. Pemerintah Provinsi Lampung akan membantu semaksimal mungkin untuk Wahyu, karena sesungguhnya yang dibutuhkan Wahyu ini bukan kursi roda, tapi Wahyu bisa sembuh, itu yang kita harapkan,” tutupnya.

Sementara itu, Wahyu mengaku sangat berterima kasih kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Dinas Sosial atas bantuan kursi roda yang diberikan.

“Terima kasih pak gubernur atas bantuan kursi rodanya yang sangat saya butuhkan, dan pasti bermanfaat untuk saya,” ujar Wahyu sembari tersenyum senang.

Perlu diketahui, Wahyu yang kini berusia 14 tahun menderita lumpuh sejak 2013 akibat terjatuh saat bermain. Ia tinggal bersama orang tuanya di Dusun 7 Desa Sukaraja Gedongtataan, Pesawaran.

Putra bungsu dari tiga bersaudara buah hati pasangan Asmani (47) dan Sundari (43), tinggal di rumah kakeknya yang sangat sederhana dengan dinding gribik.

Segala aktivitasnya dibantu oleh ayahnya dengan cara digendong.

Ayahnya sekarang tidak bekerja karena menjaga Wahyu, sehingga kebutuhan keluarganya saat ini ditopang oleh ibunya dari hasil berjualan nasi uduk.

“Bapaknya sudah tidak bekerja lagi, tadinya kerja buruh bangunan, karena menjaga Wahyu yang beratnya sekitar 60 kilo, kan harus digendong, kalo saya tidak kuat, jadi sekarang saya yang kerja jualan nasi uduk, bapaknya dirumah jagain Wahyu” ujar Sundari.

Sundari menerangkan, sejak kejadian Wahyu terjatuh, Pihak keluarga sudah berusaha mengobatinya dengan cara medis maupun alternatif, namun belum juga sembuh. Pengobatan juga tidak maksimal karena keterbatasan biaya.

“Wahyu pernah berobat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, kemudian oleh pihak rumah sakit diberi rujukan ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, tapi kami tidak berangkat karena tidak punya biaya” tutupnya.(*)

  • Bagikan