Warga Ambarawa Induk Keluhkan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah, Katanya Gratis

Ketua Pokmas Ambarawa Induk, Suyatno

Ambarawa –Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Pekon Ambarawa Induk, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu menuai tanda tanya.

Pasalnya, sebagaimana yang telah di tentukan oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN), biaya pembuatan sertifikat itu nol (0) rupiah karena penyertifikatannya sudah dibiayai oleh APBN.

Akan tetapi, lain halnya yang terjadi di Pekon Ambarawa Induk. Apa yang sudah diintruksikan oleh BPN tidak diindahkan dalam pembuatan sertifikat tanah.

Bahkan masyarakat yang ingin membuat sertifikat dimintai uang 500 ribu rupiah per/bidang.

Seperti yang disampaikan oleh warga RT 01 Dusun 5, Pekon Ambarawa Induk, Siti Munawaroh yang mengaku dirinya ditarik uang 500 ribu rupiah.

“Waktu pendaftaran saya dimintai 50 ribu Mas per kepala keluarga dan pas bulan puasa di tarik lagi 50 ribu. Jadi uang yang sudah masuk itu 100 ribu rupiah. Sisa yang harus saya bayar 400 ribu rupiah lagi,” ungkap Siti saat diwawancarai, Jumat (9/11/2020).

Lebih lanjut Siti mengungkapkan kekecewaannya sebab biaya pembuatan PTSL dinilai sangat mencekik lehernya.

“Jujur saya sangat kecewa Mas, ini kan program pemerintah. Kalau harusnya bisa gratis kenapa harus bayar sampe 500 ribu malahan. Kita hanya masyarakat biasa, kepada siapa saya harus mengadu, jadinya ya manut aja meskipun segitu,” keluhnya.

Senada dengan Siti, salah seorang warga lainnya Hendi Gunawan warga RT 01 Dusun 05 mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya Hendi, penarikan sebanyak 500 ribu oleh Pokmas dinilai terlalu mahal.

“Kalau masih 300 ribu ya saya maklum lah. Tapi kalau lebih dari 300 ribu ya saya sangat kecewa sekali. Padahal kan d BPN nya gratis,” kata Hendi.

Oleh karena itu, Hendi merasa sangat di tipu dengan kisaran harga pembuatan PTEL yang terlalu mahal dan mencekik leher warga.

“Jujur Mas, saya merasa tertipu kalo memang itu gratis pembuatan sertifikat. Kaalu pagu 200 ribu oke lah gak apa-apa. Kalau misalnya ada embel-embelnya kaya buat uang jalan atau uang cape mendingan bilang aja kalo sama saya mah, kalaub ngomong kan kita nya enak,” ucap Hendi.

Sementara, Ketua Pokmas Ambarawa Induk Suyatno saat di hubungi melalui sambungan teleponnya +6285273386*** tidak di angkat sama sekali.(Iqbal)

Seedbacklink