SURYASUMATERA, LAMPUNGSELATAN — Pagi itu, udara terasa begitu sejuk menentramkan di bawah naungan langit biru yang cerah tanpa terik yang menyengat. Di tengah lapangan sekolah, ratusan siswa-siswi SDN 1 Budi Daya, sudah berkumpul dengan barisan yang rapi dan raut wajah penuh riang gembira. Gelak tawa dan semangat membara membuncah saat mereka melakukan rutinitas di hari Jumat, bergerak bersama mengikuti alunan musik senam pagi.
Usai senam, seluruh siswa-siswi di sekolah itu, langsung cuci tangan menggunakan sabun, dengan metode gerakan sesuai yang diajarkan oleh fasilitator Japfa For Kids, juga guru.
SD Negeri yang berlokasi di Jalan Raya Suak Desa Budi Daya, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan itu, menjadi salah satu dari 15 sekolah penerima manfaat program corporate social responsibility (CSR) unggulan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, di Kabupaten Lampung Selatan.
Di balik keceriaan dan mimpi-mimpi besar mereka, tersimpan satu fondasi krusial yang menentukan seberapa jauh mereka dapat melangkah, yaitu kecukupan gizi harian. Membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing di Bumi Khagom Mufakat tak bisa sekadar mengandalkan semangat belajar di dalam kelas, melainkan harus dimulai dari apa yang tersaji di atas piring makan mereka setiap hari.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Kabupaten Lampung Selatan periode 2019 hingga 2025 secara umum menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan, meskipun sempat mengalami fluktuasi tipis di angka 10,4%. Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan angka prevalensi stunting dapat ditekan hingga mencapai 5%.
Gizi seimbang dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat sekolah dasar bukan sekadar fondasi tumbuh kembang, melainkan penentu utama kualitas masa depan suatu bangsa. Pada usia emas sekolah dasar (6–12 tahun), kecukupan nutrisi bertindak sebagai bahan bakar utama yang mengoptimalkan fungsi kognitif, daya ingat, serta konsentrasi belajar anak. Sebaliknya, fisik yang bugar dan imunitas yang kuat hanya bisa dibentuk melalui pembiasaan gaya hidup sehat sejak dini. Ketika anak-anak tumbuh dengan tubuh yang tangguh dan otak yang cerdas, di situlah lahir generasi penerus yang siap membawa daerah dan bangsanya melangkah maju.
Pemeriksaan sederhana pada tinggi berat badan TB dan BB inilah yang menjadi pintu masuk penting untuk memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak-anak di sekolah.
Sinergi Japfa For Kids 2026: Menanam Keberlanjutan di Lampung Selatan

Memahami bahwa tantangan gizi membutuhkan penanganan yang holistik, Japfa For Kids 2026 hadir di Lampung Selatan bukan sekadar membawa bantuan pangan instan sejenak.
Program ini mengusung pendekatan berkelanjutan dengan merangkul orang tua anak, guru, dan tenaga kesehatan masyarakat di desa setempat. Anak-anak tidak hanya diajak untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tetapi juga diedukasi mengenai kebiasaan cuci tangan pakai sabun serta pemilihan jajanan yang sehat. Sinergi ini makin kuat dengan keterlibatan aktif para orang tua murid dan dukungan dari pemerintah daerah.
Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Kebiasaan pola hidup sehat, serta anak-anak yang tumbuh sesuai grafik tinggi dan berat badan ideal adalah cerminan dari masa depan Lampung Selatan yang lebih cerah.
Melalui jejak keberlanjutan Japfa For Kids 2026, benih-benih gizi yang disemai di tanah Lampung Selatan kelak akan memanen lahirnya generasi emas—anak-anak yang tak hanya sehat fisiknya, tetapi juga cerdas pikirannya dan siap mengukir prestasi bagi bangsa.
Melalui edukasi dan pendampingan yang konsisten, pola hidup sehat kini mulai mengakar menjadi budaya baru di lingkungan sekolah.
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, saat mengunjungi SDN 1 Budidaya, Jumat, 31 Juli 2026, menyampaikan, kedatangannya ke sekolah penerima manfaat untuk meninjau berlangsungnya program tersebut, serta turut mengedukasi siswa-siswi agar menerapkan pola hidup sehat.
“Tim Japfa For Kids datang kesini, mau mengecek kesehatan adek-adek, mau mengedukasi adek-adek supaya hidupnya makin sehat,” ujar Artshani, saat diwawancarai awak media, sembari berbincang dan menyapa sejumlah siswi yang saat itu berada disekelilingnya.
Artsanti menambahkan, semua siswa-siswi, dan guru di sekolah yang masuk dalam program Japfa For Kids merasakannya, berupa edukasi pola hidup bersih, seperti cara mencuci tangan yang benar.
Pelaksanaan JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun ini menjangkau 15 sekolah, 2.051 siswa, dan 165 guru melalui berbagai kegiatan edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan guru.
Dari 15 sekolah itu, terdapat 159 murid yang difokuskan karena malanutrisi, yakni antara tinggi badan, dan berat badan tidak seimbang, sehingga orang tuanya diberikan edukasi, dan Japfa memberikan nutrisi berupa satu butir telur setiap hari.
Dalam prosesnya, tim Japfa For Kids bekerjasama dengan puskesmas setempat, untuk monitoring siswa-siswi yang malanutrisi. Selain itu juga terdapat 2 orang fasilitator yang disiapkan untuk berkomunikasi kepada orang tua siswa, dan memberikan laporan perkembangannya kepada pihak Japfa.
“Programnya ada edukasi mengenai gizi seimbang, hari sehat Japfa, nanti ada PHBS itu cuci tangan pakai sabun, edukasi kepada orang tua, guru, dan yang paling penting itu ya menurunkan angka malanutrisi,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Sidomulyo, Fran Sinatra Adung, yang turut hadir pada acara itu menyampaikan, berterima kasih kepada Japfa Comfeed atas programnya yang ada di wilayahnya.
Ia berharap kepada perusahaan swasta lainnya juga, khususnya yang ada di Sidomulyo, bisa turut bersama-sama membantu masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan.
“Ya saya berterima kasih adanya Japfa Comfeed di sini masyarakat kami bisa terbantu, dan anak-anak yang berkebutuhan khusus bisa terbantu dengan adanya program ini, dan poinnya disini semua, bukan hanya pemerintah yang peduli terhadap masyarakatnya, tetapi pihak swasta juga peduli. Saya berharap juga seluruh perusahaan yang ada, pihak swasta yang ada di Sidomulyo ayo intervensi masyarakat Sidomulyo, peduli kepada masyarakat Sidomulyo, terutama anak-anak yang membutuhkan,” ujar Camat.
Perlu diketahui, pelaksanaan JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan yang pada tahun ini menjangkau 15 sekolah, 2.051 siswa, dan 165 guru melalui berbagai kegiatan edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan guru.
Sejak pertama kali dijalankan pada tahun 2008, JAPFA for Kids telah menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu wilayah implementasi program. Komitmen tersebut terus dilanjutkan di berbagai kabupaten hingga kembali hadir di Lampung pada tahun ini dengan jangkauan yang lebih luas. Diharapkan semakin banyak anak memperoleh manfaat dari program ini, sekaligus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, sekolah, tenaga Kesehatan, Masyarakat, dan media untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.”
Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah yang telah menjadi bagian dari perjalanan JAPFA for Kids sejak program ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2008. Program ini diawali di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur pada tahun 2008 dengan menjangkau 6 sekolah dan 1.632 siswa. Program kemudian berlanjut di Lampung Selatan pada tahun 2010, Tanggamus dan Pringsewu pada tahun 2012, Pesawaran pada tahun 2013, Lampung Timur pada tahun 2015, Lampung Tengah pada tahun 2016, serta kembali hadir di Lampung Selatan pada tahun 2019.
Dengan pelaksanaan tahun ini, JAPFA for Kids telah menjangkau 69 sekolah dan lebih dari 13.400 siswa di Provinsi Lampung. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan mencakup edukasi empat pilar gizi seimbang, Hari Sehat JAPFA, edukasi konsumsi protein hewani, pemantauan status gizi siswa, pelatihan guru, serta pendampingan kepada sekolah guna membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. (Ih).






