15 UMKM Binaan dan Mitra BI Lampung Catat Transaksi Rp4,65 Miliar Pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta

Bandar Lampung – 15 UMKM binaan dan mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung mencatatkan transaksi Rp4,65 miliar pada gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

Capaian itu berasal dari penjualan pameran luring sebesar Rp2,42 miliar dan penjualan melalui pameran daring sebesar Rp2,23 miliar.

Untuk penjualan luring, sebanyak enam UMKM Lampung dari sektor wastra dan ready to wear berpartisipasi selama empat hari pelaksanaan pameran di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Realisasi penjualan tersebut meningkat 41 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Sementara itu, seluruh 15 UMKM binaan dan mitra KPwBI Provinsi Lampung turut mengikuti pameran secara daring melalui website resmi KKI dan membukukan penjualan sebesar Rp2,23 miliar.

Ke-15 UMKM tersebut yakni Soleha Tapis Collection, Exclusive Tapis Ruwa Jurai, Nabila, House Tapis Citra, Sekura Art, Jan Ayu, Dr. Koffie Jaya Raya, Mr. Zian Coffee, Ghalkoff, Si Bintang Buah, Banabee, PT Oleh Shinta Lampung, Ternatea, PT Aneka Coklat Kakao (Krakakoa), dan Rafins Snack.

Tak hanya melalui penjualan, UMKM Lampung juga mendapat akses ke pasar internasional melalui business matching ekspor.

Sebanyak tujuh UMKM binaan dan mitra KPwBI Provinsi Lampung yang mengikuti business matching berhasil memperoleh Letter of Intent (LoI) dengan total nilai Rp1,94 miliar.

LoI tersebut berasal dari calon pembeli yang berada di Tiongkok, Taiwan, dan Amerika Serikat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menilai capaian tersebut menunjukkan potensi UMKM Lampung untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global sekaligus menjadi bagian dari penguatan UMKM berorientasi ekspor.

Keterlibatan UMKM Lampung dalam KKI 2026 dilakukan melalui tiga rangkaian kegiatan utama, yakni pameran luring di JICC Jakarta, pameran daring melalui website resmi KKI, serta business matching ekspor.

Secara nasional, KKI 2026 mencatat penjualan sementara sebesar Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.

Sementara business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Adapun business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM di antaranya mengikuti kegiatan secara luring dengan menampilkan produk wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.

Penguatan UMKM dalam KKI 2026 juga dilakukan melalui kolaborasi dan pengembangan ekosistem dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan merek lokal, inovasi, digitalisasi, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan KKI digelar untuk mendorong UMKM Indonesia agar terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8).

Menurutnya, penguatan ekosistem menjadi bagian penting agar pertumbuhan dan daya saing UMKM dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Selain pameran dan business matching, KPwBI Provinsi Lampung juga membawa program pengembangan talenta dan potensi daerah melalui Cangkir Barista dan Citra Nusa.

Cangkir Barista merupakan program pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha bagi barista.

Sementara Citra Nusa berfokus pada penguatan daya saing UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, inovasi desain, serta pengembangan produk berorientasi ekspor.

Pada KKI 2026, Cangkir Barista menghasilkan enam juara terbaik dan empat juara terfavorit. Sedangkan Citra Nusa menghasilkan lima juara terbaik dan tiga juara terfavorit.

Bank Indonesia akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta penguatan ekosistem yang berkelanjutan.

“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” kata Aida

Seedbacklink