AHY Beri Kuliah Umum di Unila, bertema “Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif untuk Masa Depan Bangsa”

https://rajabacklink.com/refferal.php?q=5f22e82f3d2c279d57c76a0513276abb67b588d2f179442828

SURYASUMATERA.COM — BANDAR LAMPUNG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), M.Sc., M.P.A., M.A., memberikan kuliah kuliah umum di GSG Universitas Lampung (Unila), Selasa 14 Oktober 2025.

Kuliah Umum bertema “Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif untuk Masa Depan Bangsa” dihadiri ratusan mahasiswa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rektor Unila Prof. Lusmeilia, serta Forkopimda lainnya di Provinsi Lampung.

Sebelum AHY mengisi kuliah umum, acara turut dibuka oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk memperkuat karakter dan semangat kepemimpinan menyongsong Indonesia Emas 2045.

AHY Beri Kuliah Umum di Unila

Selain itu, Rektor Universitas Lampung dalam sambutannya menyampaikan,
hadirnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani, serta Forkopimda di Universitas Lampung, menunjukkan perhatian dan dukungan pemerintah terhadap upaya penguatan peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Lampung, dalam pembangunan nasional dan daerah, terutama di bidang infrastruktur, tata kelola kewilayahan, dan pembangunan berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, AHY menyampaikan apresiasi kepada para pihak kampus atas terselenggaranya kuliah umum, serta penyampaian kritik namun tetap santun, yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila.

Dalam orasinya, Menko AHY menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak semata bertumpu pada kekuasaan, melainkan pada kemampuan individu untuk memberdayakan dan berkolaborasi.

“Kepemimpinan hari ini bukan tentang siapa yang paling berkuasa, tetapi siapa yang paling mampu mendengar, memberdayakan, dan bekerja sama,” ujar AHY.

Ia juga menyampaikan, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

AHY menyampaikan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia hanya akan berdampak positif jika kualitas sumber daya manusianya ditingkatkan secara serius.

Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan menjadi tiga pilar utama dalam mendorong transformasi sosial dan ekonomi.

“Jumlah penduduk kita besar dan produktif. Tapi jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas, maka itu bisa menjadi beban. Maka kita perlu pastikan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan yang merata,” ujarnya.

AHY menyoroti peran penting perguruan tinggi seperti Universitas Lampung dalam mencetak SDM unggul. Ia berharap kualitas pendidikan tinggi di daerah terus meningkat, baik dari sisi kurikulum, teknologi, maupun fasilitas pendukung.

Selain SDM, AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Mulai dari konektivitas jalan, transportasi publik, hingga akses air bersih dan energi harus diperkuat agar bisa menopang produktivitas rakyat.

“Kami ingin infrastruktur hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, agar petani lebih produktif, masyarakat lebih mudah mengakses pangan, energi, dan air bersih,” ucapnya.

AHY juga menyampaikan bahwa saat ini, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan diarahkan untuk merata hingga ke daerah-daerah terpencil dengan semangat kolaboratif antara pusat dan daerah.

Di hadapan para mahasiswa, AHY mendorong lahirnya generasi muda yang berwawasan luas, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Perlu diketahui, usai mengisi kuliah umum di Unila, AHY melakukan kunjungan ke RSPTN dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) yang ada di Lampung Selatan.

Seedbacklink