Aleg PKS Lampung Terima Aspirasi Perwakilan Petani dan Peternak, Usulkan Raperda Lahan Abadi Keluarga

116

BANDARLAMPUNG — Setiap hari Senin dan Selasa, Fraksi PKS DPRD Lampung secara khusus menerima berbagai elemen masyarakat, karena menyiapkan diri seluruh Anggota Fraksi PKS ber 9 orang hadir di ruang Fraksi PKS Lantai 1 Gedung DPRD Lampung. Tak terkecuali Senin (1/2/2021).

Giliran 5 orang dari Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Provinsi Lampung yang mengadukan kondisi pertanian dan peternakan di Provinsi Lampung.

Dipimpin oleh Jazuli, HPPMI Provinsi Lampung menjelaskan mengenai temuan-temuan di lapangan terkait kondisi pertanian.

“Kami miris, sesungguhnya potensi SDM Lampung cukup baik, faktanya banyak alumni pertanian, putera para petani menempuh pendidikan tinggi khususnya di bidang pertanian. Namun setelah lulus, justru daftar ke perusahaan, tidak pulang kampung dan menggantikan orang tuanya. Sedang lowongan kerja kan terbatas” jelas Jazuli.

Bahkan menurutnya, masih banyak lahan tidur yang belum dikelola secara baik.

“Tentu, sangat disayangkan banyak lahan tidur yang belum di optimalkan. Nah anak-anak muda yang telah menempuh pendidikan tinggi, seharusnya bisa mengelola lahan tidur, lahan produktif namun belum tergarap secara baik, ” kata dia.

Merespon hal tersebut, Anggota Fraksi PKS yang berada di Komisi II, Heni Susilo, mengungkapkan kesamaan pandangannya terkait temuan-temuan di lapangan.

“Kami setuju dengan pandangan HPPMI bahwa persoalan SDM diantaranya tenaga muda yang enggan kembali ke kampung untuk bertani. Selain itu, kami yang juga memang petani, menemukan hal lain bahwa adakalanya, seorang pemuda kembali ke kampungnya, tapi melihat kenyataan bahwa tanahnya sudah habis, entah karena ada keperluan mendesak atau dibagikan sebagai waris,” ungkap Ketua DPD PKS Tanggamus.

Terkait hal diatas, lantas Heni Susilo menawarkan, tentang hadirnya aturan daerah mengenai pentingnya lahan abadi keluarga, dimana misalnya ada tanah atau lahan keluarga, penting untuk menyisakan sebagian untuk lahan pertanian sebelum dibagikan sebagai waris.

“Ini agar ada keberlanjutan pertanian dikeluarga tersebut termasuk menyambut jika ada anggota keluarga yang masih muda ingin kembali bertani, mengelola lahan keluarga tersebut,” pungkas Heni Susilo.(*)

Komentar