Aliansi Komunitas Pengemudi Online Lampung, Organisasi Berbadan Hukum

266
Caption : Pengemudi Taksi Online, membentuk organisasi berbadan hukum, Aliansi Komunitas Pengemudi Online Lampung (AKPOLL). Musyawarah anggota pertama, berlangsung di Cafe Warkop Klapa Tiga, Jl. Sisingamangaraja, Kelapa Tiga, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Jumat (30/11).

BANDARLAMPUNG — Aliansi Komunitas Pengemudi Online Lampung (AKPOLL) menyelenggarakan musyawarah anggota pertama, yang berlangsung di Cafe Warkop Klapa Tiga, Jl. Sisingamangaraja, Kelapa Tiga, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Jumat (30/11).

Musyawarah tersebut diikuti oleh sekitar 22 komunitas, atau sekitar 1000 peserta yang seluruhnya merupakan pengemudi taksi online di Lampung.

Ketua Pelaksana Musyawarah anggota pertama aliansi komunitas pengemudi online Lampung, Taufik Hidayattuloh, saat ditemui dilokasi kegiatan mengatakan, tanggal 30 November 2018 merupakan hari bersejarah bagi beberapa komunitas pengemudi online lampung, dimana dihari tersebut sekitar 22 komunitas pengemudi online, melebur jadi satu kesatuan dalam sebuah wadah yang bernama AK-POLL (Aliansi Komunitas Pengemudi Online Lampung).

Pada hari ini juga, AK-POLL akan menyelenggarakan musyawarah anggota 1 untuk memilih ketua umum yang akan dipilih oleh 63 orang pemilik hak suara yang sah berasal dari 21 komunitas.

Acara ini akan dihadiri pula oleh organ-organ pengemudi online lainnya antara lain Ado, Oraski, PPO, PAS, Gaspoll dan URC serta tamu undangan dari berapa elemen masyarakat dan kepolisian.

AKPOLL merupakan organisasi rekan-rekan pengemudi online Lampung khususnya roda empat, yang memiliki legalitas secara hukum dan akan didaftarkan ke pemerintahan, guna mendapatkan pengakuan dan legitimasi yang sah sehingga harapan kedepan posisi pengemudi online khususnya roda empat mampu bersinergi bersama pemerintah dan pihak-pihak yang terkait lainnya.

Dinamika dunia online serta keberadaannya memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Lampung khususnya di era modern ini.

Jadi hal yang wajar jika munculnya komunitas-komunitas sebagai wadah pemersatu untuk menampung segala hal persoalan pengemudi online.

Namun ternyata berkomunitas saja tidak cukup tanpa adanya alat pemersatu yang memiliki legitimasi hukum berbentuk organisasi.

Oleh sebab itu maka beberapa komunitas bersepakat untuk menciptakan wadah perjuangan yang bernama AK-POLL yaitu (Aliansi Komunitas Pengemudi Online Lampung) yang beranggotakan kurang lebih 1000 anggota yang terdiri dari sekitar komunitas pendiri dan beberapa komunitas pendukung.

Karena keinginan banyak pihak organisasi ini harus dibentuk dan segera memiliki badan hukum yang sah, maka seluruh anggota bersepakat untuk menyelenggarakan musyawarah anggota 1 untuk menentukan pemegang kedaulatan komando tertinggi di organisasi, dengan ketentuan yang telah disepakati dan dipastikan oleh panitia penyelenggara bahwa pemilihan ketua umum AK -POLL akan dilaksanakan sangat demokrasi yang berlandasakan ketuhanan maha esa, Pancasila dan ad art serta hak berserikat dan memilih serta dipilih pada setiap orang yang ada pada organisasi AK-POLL dengan ketentuan yang telah diatur.

“Dari 22 komunitas yang ada saat ini, kini melebur menjadi satu, sebuah kekuatan baru, bagi pengemudi online, untuk bisa mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah dan operator” ujarnya.

Hidayatulloh juga menjelaskan, AKPOLL didirikan karena belakangan ini banyak terjadi pemutusan mitra oleh aplikator, dengan cara semena mena, dan pengemudi online tidak ada kekuatan hukum. Sehingga dibutuhkan organisasi yang sah secara hikum.

Selain itu juga, didirikannya organisasi ini diharapkan mampu mendorong perekonomian para pengemudi online, dengan cara menjalin kerjasama dengan perusahaan lain, salah satunya BUMN yang bersedia memberikan pinjaman.

Memberikan perlindungan kepada anggota yang tidak memiliki akun, karena suatu hal, sehingga perekonomian para anggota bisa tetap terbantu.

Selanjutnya juga akan dibentuk program pendidikan untuk anak-anak, organisasi ini bakal banyak usaha yang akan dibangun, untuk saat ini yang sudah ada ialah juragan rent car, bekerjasama dengan Palbes Tek.

“Kita butuh dorongan semua pihak untuk mendapat kan solusi, untuk menambah penghasilan. Intinya Diharapkan adanya organisasi ini, pemerintah dapat lebih memperhatikan kita, karena yang kami rasakan Selama ini masih kurang,
Kalo kita punya legimitasi, maka bisa mengadukan, bukan hanya teriak-teriak di jalan” tutupnya.

Komentar