30 Mahasiswa UIN Ikuti Seminar Merawat Persaudaraan Sejati Di Gereja Maria Ratu Damai

327

BANDARLAMPUNG — Sebanyak 30 Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung mengunjungi Gereja Maria Ratu Damai, yang beralamat di jalan Ikan Kakap, No. 4, Teluk Betung, Bandar Lampung, Sabtu, (1/12/2018).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengikuti Seminar Lintas Agama yang bertemakan “Merawat Persaudaraan Sejati.” Acara seminar dimulai pukul 09.00 sampai dengan 12.00 WIB.

Beragam cara untuk merawat persaudaraan sejati antara sesama walau latar belakang agama yang berbeda.

Salah satu contoh yang dilakukan Rombongan memimpin Dosen Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Raden Intan Lampung, Dr Sudarman MAg ini Romo Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung RD. Apolonius Basuki dan Ketua Komis Kerawam dan HAK Kesukupan Tanjungkarang RD. Philipus Suroyo.

Kedatangan Mahasiswa UIN disambut para mahasiswa dari ormas lintas agama, diantaranya Orang Muda Katolik (OMK) paroki lokal, WKRI, PMKRI, Pemuda Katolik, dan beberapa anggota Komisi Kerawam dan HAK Kesukupan Tanjungkarang.

Selain itu, Suster-suster perwakilan dari Biara Fransiskanes dari St. Georgius Martir (FSGM), Biara Belaskasih dari Hati Yesus yang Mahakudus (HK) dan Biara Carolus Borromeus (CB). Keakraban begitu kental terasa dari pagi hingga siang berlangsungnya seminar tersebut.

Usai acara, Dosen Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Raden, Dr Sudarman Mag, mengutarakan tujuan dan kunjungan ke Gereja Maria Ratu Damai Teluk Betung Bandar Lampung.

“Kami dari Prodi Studi Agama-agama UIN Raden Intan Lampung, sengaja berkunjung ke Paroki Ratu Damai di Teluk Betung ini, membawa 30 mahasiswa dalam rangka anjangsana untuk sama-sama belajar tentang kehidupan, kearifan, kebijaksanaan, hidup bersama secara damai,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan kunjungan ini diharapkan terpupuk persaudaraan yang sejati yang selama ini telah terjalin dengan baik, menyoroti pada kerukunan antar beragama di Bumi Lampung.

“Tujuan utama utama yang akan kami lindungi yang timbul persaudaraan sejati, di antara kita manusia apapun agamanya,” tambahnya.

Sudarman membeberkan tidak hanya komunitas Katolik saja yang dikunjungi, ada komunitas agama lain di Lampung.

“Jika hari ini kami berkunjung ke komunitas Katolik, kami juga pergi ke komunitas-komunitas lain, Hindu, Budha, Kristen dan lain-lain. Tujuannya keterbukaan rakyat dan Bangsa Indonesia, merajut kebersamaan, meyerukan perdamaian dan sama-sama hidup rukun, harmonis di tengah-tengah masyarakat, ”pungkasnya.

Sementara itu, Romo Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung RD Apolonius Basuki merasa bangga dan bersyukur di tengah-tengah permainan derasnya radikalisme, namun kunungan mahasiswa IAN ke Gereja Katolik sebagai “angin sejuk”.

“Saya bangga dan bahagia, di tengah-tengah derasnya arus radikalisme, kami masih bisa berjumpa, Berbicara dan bekerja sama, berbagi iman dan kehidupan, semoga perjumpaan seperti kemarin dapat dilanjutkan,” kata Romo Apol sumringah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komis Kerawam dan HAK Keuskupan Tanjungkarang. RD Philipus Suroyo sedang menyelenggarakan seminar dan seminar Seminar Besar Lintas Agama Merawat Persaudaraan Sejati.

“Dengan digelarnya seminar ini dapat terbangun sebuhualitas, gagasan yang sama di luar apa yang ada kebenaran, keselataman dan nilai-nilai yang baik. Dengan demikian kita bisa duduk berdampingan dengan rukun, ”kata Romo Roy.

Romo Roy juga menggebuakan seluruh peserta seminar baik mahasiswa UIN Raden Intan Lampung dan dari lingkungan gereja untuk menjadi duta kerukunan. Semoga mereka menjadi duta damai dan kerukunan dan menjadi duta persaudaraan.

Salah satu perwakilan mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, Nurlela Sari menunjukkan kesannya usai tamu Gereja Katolik Maria Ratu Damai dan menerukan jiwa antar orang beragama.

“Setelah sesuai acara ini saya pribadi terpancar untuk orang lain. Terimakasih pada pihak kampus dan pihak gereja yang telah memberikan kesempatan pada kami untuk belajar, terutama belajar merawat persaudaraan sejati, ungkap mahasiwa Fakultas Ushuluddin Studi Agama-agama semester V ini”. (*)

Komentar