Andi Surya Tanggapi Soal Tuduhan Pencemaran Nama Baik UIN Raden Intan Lampung

228

BANDARLAMPUNG — Terkait masih simpang siurnya berita tentang dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dengan inisial (SH) terhadap mahasiswinya.

Kemudian, upaya kriminalisasi anggota MPR/DPR RI, dengan tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian akibat menanggapi pemberitaan yang dilaporkan di Polda Lampung.

Anggota DPD RI DP Lampung, Andi Surya mengatakan saat ini pihaknya menghormati proses hukum yang ada. Namun, dia merasa dikriminalisasi terhadap polemik tersebut.

Ia mengatakan sebagai anggota MPR/DPR RI dilindungi “Hak Imunitas Parlemen” sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU MD3.

“Saya merasa dikriminalisasi. Tapi kami hormati proses hukum. Silakan saja saya dilaporkan. Saya juga tidak mengambil langkah mediasi. Saya tidak salah, saya sekadar menjalankan tugas dan fungsi sebagai anggota parlemen,” katanya saat ditemui awak media di Kantor Kesekretariatan Perwakilan DPD RI Lampung, Jalan Pattimura, Bandar Lampung, Jumat (25/1).

Ia mengatakan sebagai seorang anggota parlemen memiliki fungsi dan tugas merespons aspirasi masyarakat dalam batas kewenangan konstitusional terkait dugaan peristiwa asusila di wilayah pemilihannya.

“Menurut saya, rilis yang saya kirim sangat normatif, tidak ada bahasa fitnah maupun pencemaran nama baik yang disebutkan. Karena konten, frasa, dan diksi yang dirilis terkait sarang maksiat. Itu tidak menggeneralisasi, baik personal maupun institusi UIN,” katanya. (*)

Komentar