Di Usia Remaja Akmal Melewati Hari – Harinya Terbaring Di Tempat Tidur Lusuh

192

WAYKANAN — Namanya Akmal (20), Remaja tyang tinggal di Bengkulu Jaya, Rt 1,Rw 3 Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan Lampung. Harus terbaring selama 2 tahun Karena mengalami Kelumpuhan total pada kedua kakinya.

Di usia remaja Akmal harus melewati masa muda nya hari demi hari harus terbaring ditempat tidur yang lusuh, berbeda dengan remaja Seusia nya yang sedang semangat-semangat nya mencari Jati diri.

Bahkan Akmal harus merintih kesakitan ketika menggerakan Anggota badan ketika untuk mengganti posisi ketika berbaring, Karena dari kaki sampai pinggang mengalami kelumpuhan.

Menurut keterangan orang tua Akmal Asroni (58) tahun, Anak nya Mulai merasakan sakit ketika menjelang Ujian sekolah saat SMA, Ketika setelah pembagian Ijazah jarak beberapa bulan Akmal mengalami kelumpuhan total, Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah, Pernah mendapat Bantuan dari Anak-anak Pramuka ya tapi itu Se ala Kadar nya Aja Mas, Karena dulu Akmal Aktif di Kepramukaan ketika Sekolah, Padahal dulu ketika Akmal masih sehat ia membantu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ujar orang tua Akmal saat di temui dikediaman nya pada Rabu (2/10)

Asroni menambahkan Jika anak nya harus Operasi karena menurut Dokter Akmal terkena Tumor tulang itu menurut Dokter pada saat Akmal diperiksa, Karena terbentur biaya, Ya hanya pengobatan Alternatif yang dapat kami lakukan dan sampai saat ini tidak ada perubahan Ungkap nya.

Ketika di Wawancarai Akmal Masih yakin dapat sembuh seperti sedia kala”Iya bang saya yakin masih dapat sembuh, harapan saya ada Dermawan yang membantu dalam pengobatan saya” Ujar Nya.

Ketika ditanyai apakah sudah mendapat perhatian dari pemerintah, Sambil ter isyak menangis sampai saat ini belum bang, jika dari pemerintah Ada yang menengok saja saya sudah bersukur Ungkap Akmal yang duduk di kursi roda didapat dari pinjaman tetangga yang sudah mulai Usang di makan karat.

Akmal merupakan anak pertama dari 6 bersaudara dari pasangan Asroni dan Hatiyah yang pekerjaan sehari-hari nya upahan serabutan. (Aszhari)

Komentar