PRINGSEWU — Dalam proses pengerjaan drainase sepanjang 100 meter yang terletak di Dusun 2 RT 02 Pekon Ambarawa Induk, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, diduda ada pungli.
Hal itu diungkapkan salah satu warga setempat yang mengatakan, proses pengerjaan drainase tersebut menggunakan eksavator/alat berat dan warga yang rumahnya dilewati aliran drainase dimintai uang 30 ribu rupiah untuk pembelian solar.
“Penggalian drainase itu kemarin pakai eksavator. Kemudian kami juga dimintai duit 30 ribu untuk beli solar eksavator,” tutur Salah satu narasumber warga setempat yang enggan disebutkan namanya itu.
Perlu diketahui, diberitakan sebelumnya,
Pembangunan yang bersumber dari Dana Desa termin pertama tahun 2020 di Pekon Ambarawa Induk, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu diduga tidak sesuai spesifikasi.
Pasalnya, drainase sepanjang 100 meter yang terletak di Dusun 2 RT 02 Pekon setempat terlihat acak-acakan dan tidak sesuai standar pengerjaan.
Dalam pantauan media ini, Rabu (15/4/2020), drainase tersebut tidak di dasari oleh hamparan terlebih dahulu. Di sisi lain, pembangunan drainase juga tidak dilantai atau ada adukan semen.
Salah satu narasumber warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan proses pengerjaan drainase yang baru selesai sekitar dua minggu lalu.
“Bener itu tidak dikasih pasir saat peletakan batu pertama. Bahkan tidak dilantai untuk jalan airnya. Saya sangat kecewa dengan hasil kerjanya, beda dengan desa lain yang kelihatan bagus dan rapih,” ujar narasumber.
Bahkan menurut narasumber, proses pengerjaan drainase tersebut menggunakan eksavator/alat berat dan warga yang rumahnya dilewati aliran drainase dimintai uang 30 ribu rupiah untuk pembelian solar.
“Penggalian drainase itu kemarin pakai eksavator. Kemudian kami juga dimintai duit 30 ribu untuk beli solar eksavator,” tuturnya.
Sementara itu, Kaur Perencanaan Ambarawa Induk Taufik saat dikonfirmasi via telepon membantah terkait tidak adanya hamparan pasir pada drainasenya tersebut.
“Sebenarnya ada hamparan pasir, tapi karena posisi tekstur tanahnya lembek/berlumpur , jadi hilang. Jadi kami tambah panjang yang untuk volume aja,” kilahnya.
Padahal dalam penelusuran media ini, jika dilihat kasat mata, sama sekali tidak ditemukan bekas-bekas hamparan pasir.
Untuk diketahui, Kepala Pekon Ambarawa Induk Alhuda saat hendak di konfirmasi tidak ada dikantor pekonnya. Kemudian saat dihubungi melalui sambungan telepon dengan nomor 08138406XXXX tidak diangkat.(Tim).






