Dinsos Lampung Gelar Sarasehan Pelaksanaan UPSK

360

PRINGSEWU — Dinas Sosial Provinsi Lampung, melaksanakan Sarasehan hasil Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) yang dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu dari tanggal 28 sd 31 Agustus 2018 dengan sasaran wilayah Kecamatan Banyumas, Sukoharjo I dan Pegelaran.

Ketua Tim Pelaksana UPSK, Sutikno menjelaskan, tim UPSK telah melayani konsultasi disabilitas sebanyak 108 orang, dengan jenis disabilitas; fisik 57 orang, disabilitas rungu wicara 28 orang, disabilitas mental 14 orang dan disabilitas netra 9 orang.

Sebagai tidaklanjut temuan UPSK tersebut, perlu dibahas dalam Sarasehan Sosial yang melibatkan berbagai unsur antara lain, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Rumah Sakit Daerah, Pengusaha, para Camat, Yayasan Citra Baru, Tokoh Agama, dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSM, TKSK, LKS, SDM PKH), Tim UPSK juga Tim Reaksi Cepat (TRC) Sistim Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kabupaten Pringsewu.

Sarasehan tersebut sebagai perwujudan budaya Gotong Royong.
“berat sama dipikul ringan sama dijining”.

Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya.

Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.

“rencana tindak lanjut dari UPSK adalah rujukan yang mampu didik ke sekolah luar biasa 28 orang, mampu latih 27 orang yang masih memerlukan pendampingan 21 org. Disamping itu, yang memerlukan alat bantu mobilitas berupa Kursi Roda sebanyak 11 orang, kruk ketiak 8 orang, alat bantu dengar sebanyak 27 orang dan tongkat penuntun disabilitas netra 6 orang” ungkapnya dalam Sarasehan Sosial di aula Kantor Camat Banyumas, Pringsewu, Jumat (31/08).

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung mengatakan melalui anggaran Dekon 2018 Pemprov Lampung hanya mampu memberikan alat bantu mobilitas berupa kursi roda sebanyak 10 buah kruk ketiak 5 set, alat bantu dengar 5 buah dan tongkat penuntun disabilitas netra sebanyak 6 buah.

“Dengan demikian masih kekurangan 1 (satu) buah kursi roda, 3 (tiga) set kruk ketiak, 22 (dua puluh dua) alat bantu dengar”. katanya.

Disamping itu diketemukan 3 tiga orang penyandang disabilitas fisik yg harus segera dilakukan tindakan operasi orthopedi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, Arif Nugroho, yang turut hadir dalam sarasehan tersebut mengatakan, bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) akan menghimpun dana masyarakat. Sedangkan untuk 3 orang yang memerlukan operasi ortopedi akan difasilitasi oleh Yayasan Citra Baru dari Bandar Lampung. (*)

Komentar