Dinsos Lampung Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Undian dan Pengumpulan Uang

226
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, saat memberikan sambutan di acara sosialisasi Penyelenggaraan Undian dan Pengumpulan Uang & Barang, yang berlangsung di Arinas Hotel Bandarlampung, Kamis, (2/5).

BANDAR LAMPUNG — Dinas Sosial Provinsi Lampung menyelenggarakan sosialisasi Penyelenggaraan Undian dan Pengumpulan Uang, yang berlangsung di Arinas Hotel Bandarlampung, Kamis, (2/5).

Kegiatan secara langsung dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, didampingi Kepala Seksi Pengumpulan dan pengelolaan sumber dana bantuan sosial Dinas Sosial Lampung Pirhot Pakpahan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, meski sering diadakannya sosialisasi soal pengundian dan pengumpulan uang serta barang, namun masih saja banyak terjadi kesimpang siuran informasi yang beredar di masyarakat.

Penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang pada hakekatnya merupakan suatu upaya dalam rangka usaha kesejahteraan sosial dari oleh dan untuk masyarakat usaha kesejahteraan sosial.

“Segala macam bentuk undian, pengumpulan uang dan barang ada aturannya, ada undang-undangnya, yakni UU No. 22 tahun 1954 Tetang Undian, dan UU No. 9 tahun 1961 tentang pengumpulan uang dan barang” ujarnya.

Sumarju menambahkan, bahkan kegiatan ini bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja tetapi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat.

Kebijakan pemerintah dalam rangka penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang sebagai usaha dalam peningkatan usaha kesejahteraan sosial perlu dilaksanakan secara konsisten terus menerus dan berkesinambungan.

Untuk melaksanakan dan sekaligus menghadiri atau mencegah dampak negatif yang akan timbul di masyarakat dari penyelenggaraan undian gratis dan pengumpulan uang atau barang perlu dilakukan upaya yang lebih baik, tertib dan selektif.

Untuk itu, lanjutnya perlu sosialisasi terhadap penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang dengan tujuan agar masyarakat memahami tetang ketentuan yang terkait dengan penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang.

“Khususnya kepada para petugas Dinas Sosial Kabupaten atau Kota yang menangani undian, perangkat desa, pengurus lembaga kesejahteraan sosial dan bersentuhan langsung dengan masyarakat di lingkungan sosial.

Sosialisasi diperlukan karena kurangnya pemahaman terhadap izin pelaksanaan undian gratis berhadiah dan izin pengumpulan uang atau barang dan akan menimbulkan permasalahan-permasalahan tersendiri.

Upaya-upaya secara terus menerus dilakukan. Oleh karena itu melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta hendaknya dapat mendalami dan mengaplikasikan ketentuan UU No. 22 tahun 1954 Tetang Undian.

“Saya harapkan peserta juga dapat dapat mendalami dan mengaplikasikan ketentuan UU No. 9 tahun 1961 tentang pengumpulan uang dan barang. Mencegah, menindak dan melindungi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengumpulan dan pengelolaan sumber dana bantuan sosial Dinas Sosial Lampung Pirhot Pakpahan mengatakan, kegiatan sosialisasi ini diadakan selama tiga hari.

Adapun peserta sosialisasi terdiri dari perwakilan dinas sosial kabupaten kota se-Provinsi Lampung, perwakilan perbankan Lampung, pelaku usaha swalayan, dan lembaga kesejahteraan sosial sebagai mitra dinas sosial.

Diharapkan dengan diadakannya sosialisasi ini, para peserta bisa lebih memahami tata cara serta menerapkan peraturan sesuai undang-undang yang berlaku, dalam melakukan kegiatan undian berhadiah, maupun pengumpulan uang dan barang di wilayahnya masing-masing. (*)

Komentar