Dirjen SDPPI Ajak Mahasiswa Unila Ramah Manfaatkan Spektrum Frekuensi

79

BANDARLAMPUNG — Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyelenggarakan SDPPI goes to campus.

Kegiatan mengusung tema”frekuensi dan perangkat telekomunikasi untuk generasi milenial”, kegiatan digelar di Auditorium Fisip Unila, Kamis (16/5).

Dalam sambutannya dihadapan mahasisiwa, Direktur Jenderal SDPPI Dr Ir Ismail mengatakan, frekuensi merupakan persoalan yang sangat teknis, sehingga dalam menjelaskan persoalan yang terkait frekuensi, perangkat atau alat telekomunikasi, tidaklah mudah.

Kalau frekuensi dan alat komunikasi tidak dimanfaatkan dengan baik, dampaknya bisa membahayakan.

Frekuensi merupakan sumberdaya alam terbatas yang dapat menghubungan setiap orang dan di negara-negara maju, melalui kemajuan teknologi, spektrum frekwensi dimanfaatkan membantu dan mempermudah pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Frekuensi adalah media yang dapat menyalurkan informasi komunikasi hingga tidak terbatas jarak, dan semua sumberdaya itu harus diatur dan dikelola agar tidak saling terganggu yang dapat menimbulkan bahaya.

SDPPI tugasnya merencanakan penggunaan frekuensi dan secara berkala bersama lembaga-lembaga di dunia duduk satu meja untuk mengatur pengelolaannya, karena pengelolaan frekwensi harus secara global, selain itu juga menerbitkan izin, pengawasan dan pengendalian sistem frekwensi agar tidak dipakai sembarangan.

Diharapkan melalui kegiatan ini mahasiswa dapat menjadi duta-duta frekuensi untuk menggunakan frekuensi dengan ramah, serta menjelaskan kepada masyarakat agar dapat menggunakan spektrum frekuansi dengan baik dan benar, karena penggunaan peralatan yang tidak standar dan tidak sesuai izin dapat membahayakan pengguna frekwensi lainnya, mulai dari masalah keselamatan penerbangan, kebencanaan, sampai produktivitas manusia.

“Kami kesini untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa, bahwa Frekuensi ini perlu dikelola dengan baik, dan pengelolaannya tidak bisa dilakukan oleh SDPPI saja namun harus bersama-sama masyarakat memberikan kesadaran, saya berharap mahasiswa dapat menjadi duta-duta spektrum frekwensi radio yang benar. Makanya itu SDPPI ini harus mencetak generasi milenial yang ramah dalam memanfaatkan spektrum frekuensi” ujarnya.

BACA JUGA:  Polsek Pagelaran Tangkap Penadah Handphone Curian

Ia menambahkan, melalui kegiatan goes to campus ini adalah waktu untuk menjelaskan kepada mahasiswa mengenai hal yang sulit tersebut.

Diharapkan agar masyarakat membutuhkan spektrum dalam sistem seluler yang aman, nyaman dan bersih dari gangguan. Mulai dari masalah keselamatan penerbangan, kebencanaan, sampai produktivitas manusia.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Karomani, mengaku sangat berterimakasih dengan adanya program dari SDPPI.

” Saat ini banyak mahasiswa yang sudah menggunakan berbagai teknologi namun belum mengetahui sumberdaya di belakang teknologi tersebut” katanya.

Karomani menambahkan, diharapkan para mahasiswa yang hadir dapat menjadi duta-duta frekwensi, karena penyalahgunaan spektrum frekuensi bisa membahayakan keselamatan.

Perlu diketahui, dalam seminar itu juga dihadiri oleh Warek III Prof Karomani, Staf Ahli Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Ismail Cawidu.

Kepala Seksi Notifikasi Spektrum Frekuensi Radio Terrestrial Sugeng Budi Prasetyo, Kepala Seksi Data dan Informasi Perangkat Pos, Telekomunikasi dan Informatika Budhi Setianto.

Kepala Balai Monitor Kelas II Lampung Ir. Ansyarullah, dan Tenaga Ahli Bidang Bidang Riset dan Metodologi Otho Hernowo Hadi.

Dalam seminar tersebut dipandu oleh Pembina Asosiasi Media Digital Indonesia Ahmed Kurnia S sebagai host sekaligus moderator diskusi.

Sebagai hiburan, para mahasiswa yang hadir dihibur mahasisiwa dimeriahkan komedian Stand Up Comedy asal Lampung, yang ceritanya cukup membuat gelak tawa. (*).

Komentar