Berharap Masa Depan Smart Village, Tony Fisher Ingatkan Tujuan

# Dilihat: 38 pengunjung
  • Bagikan

PESAWARAN — Program Smart Village Lampung 2021 telah resmi diluncurkan pada tanggal 25 Maret 2021 di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.

Smart Village merupakan sebuah konsep dimana sebuah desa dapat menyelesaikan permasalahannya dengan cerdas.

Digitalisasi pedesaan yang terintegrasi pada semua lini, pembayaran pajak, keterikatan informasi dengan BMKG, hingga modernisasi berbasis IT diterapkan agar dapat mendukung terwujudnya desa berjaya.

Dari 2.435 desa di Provinsi Lampung direncanakan 780 desa akan menerapkan Smart Village secara bertahap akan dimulai dari 130 desa yang salah satunya desa Hanura yang menjadi prototipe pertama smart village.

Di Provinsi Lampung terdapat 2.435 desa dan yang akan menerapkan Smart village sebanyak 780 desa serta ada 130 desa yang ditetapkan sebagai prioritas di Provinsi Lampung untuk menerapkan Smart Village tersebut.

Selepas lounching Toni Fisher Direktur Lembaga Pemerhati Hak Perempuan dan Anak (LPHPA) Lampung bersama Tim Paud Institut mencoba menelusuri desa tersebut.

Pelayanan desa berbasis IT alhamdulillah sangat membantu masyarakat mulai dari layanan dokumen kependudukan, pembayaran pajak, informasi kebencanaan.

Dengan teknologi informasi masyarakat dituntut untuk belajar dan beradaptasi dengan berbagai perangkat dan aplikasi teknologi.

Di sisi lain, Toni mengingatkan bahwa salah satu tujuan Smart Village adalah “meningkatkan literasi internet dan layanan perpustakaan bagi warga desa” sesuai dengan salah satu janji kerja Gubernur dan Wagub Lampung.

Selanjutnya breakdown dari program Smart Village ini harus diimplementasikan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta masyarakat.

Selain itu, dampak yang ditimbulkan program tersebut terhadap kelompok-kelompok masyarakat: anak-anak, perempuan, dan keluarga.

Misalnya dampak internet (gadget), menurunnya pembelajaran keluarga, menurunnya minat baca (literasi), menurunnya partisipasi masyarakat, tumbuhnya perilaku asocial, dan sebagainya.

Peduli akan dampak negatif smart village, Toni dengan lembaganya mencoba memberikan solusi dengan terus membangkitkan minat baca anak-anak dan ibu-ibunya melalui perpustakaan kelilingnya “MOPI” diselingi dengan parenting dan nonton bareng sekaligus mensosialisasikan kebiasaan baru, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.(*)

  • Bagikan