Kadis PPPA Lampung Bayana, Ajak Masyarakat Peduli Perlindungan Perempuan dan Anak

176

BANDARLAMPUNG — Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung Dra. Bayana, M.Si, mengajak masyarakat untuk bersinergi lebih peduli lagi terhadap perlindungan perempuan dan anak di lingkungannya.

Hal itu diungkapkannya saat membuka kegiatan “Sosialisasi Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemenuhan Hak Anak bagi Forum Puspa Kab/Kota Se-Provinsi Lampung”, yang berlangsung di Yunna Hotel Bandarlampung, selama dua hari, 19-20 September 2019.

“Pemerintah memiliki keterbatasan jangkauan ke masyarakat yang berada di pelosok. Keterbatasan inilah yang selama ini di isi oleh warga masyarakat terutama yang tergabung dalam beberapa kelembagaan yang peduli pada perempuan dan anak” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Lampung tidak henti-hentinya berupaya melibatkan partisipasi masyarakat dalam perlindungan perempuan dan anak.

Setelah menyelenggarakan sosialisasi bagi lembaga masyarakat dari tujuh kabupaten/kota pada 16-17 September lalu, sosialisi serupa dihelat bagi tujuh kabupaten/kota lainnya.

Sosialisasi Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemenuhan Hak Anak bagi Forum Puspa Kab/Kota Se-Provinsi Lampung ini melibatkan masyarakat dari lima unsur berbeda yaitu akademisi, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, media, dan dunia usaha.

Melalui sodialisasi ini, Dinas PPPA mendorong elemen masyarakat untuk membentuk jejaring dan menguatkan sinergi dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

Terbentuknya jejaring ini kemudian akan dilembagakan melalui dibentuknya Forum Puspa tingkat Kab/Kota, sebagaimana Forum Puspa tingkat Provinsi Lampung yang telah dibentuk pada tahun 2017 lalu.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah proaktif dalam pelaporan, penanganan, dan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak, dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat bersinergi dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak hak anak” ucapnya.

Bayana juga menegaskan, perlindungan pada perempuan dan anak tentunya tidak hanya bersifat kuratif, hanya ditangani jika kekerasan telah terjadi.

“Pemerintah dan masyarakat harus saling bekerja sama dan memberi porsi lebih besar bagi aksi pencegahan, dan karenanya, sinergi yang kuat dan terlembaga perlu digalakkan”pungkasnya.(*)

Komentar