Kekurangan Fisik Bukan Hambatan Membantu Orang Lain

404

BANDARLAMPUNG — “Penyandang disabilitas tidak menjadi hambatan untuk membantu penyandang masalah sosial lainnya”. Itulah slogan yang dibuktikan oleh suami/istri Wawan Setiawan dan Siti Chotijah.

Pasangan penyandang disabilitas fisik tersebut, secara mandiri membantu penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yakni mengantarkan beras dan telur ayam ke alamat (delivery) secara “gratis” khususnya kepada Lanjut usia dan Ibu hamil di tiga e-warong wilayah Kota Bandar Lampung.

Dalam menjalankan niatnya membantu orang lain itu, pasangan suami istri yang telah dikarunia tiga orang anak tersebut, untuk mengantarkan beras dan telur, mereka menggunakan sepeda motor roda tiga, hasil modifikasinya sendiri.

Wawan mengatakan, niatnya untuk mengantarkan bantuan karena melihat nenek-nenek yang bersusah payah membawa beras dan telor dari e-warong. Lansia tersebut tidak mempunyai ongkos untuk membayar ojek, sehingga harus dibawa sendiri.

“saya ikhlas membantu mengantarkan bantuan beras dan telur khususnya untuk para lanjut usia dan juga ibu-ibu hamil, serta para desabilitas yang tidak bisa membawa pulang bantuannya dari e-warong” ujarnya didampingi sang istri, saat ditemui, di e-warong “Makmur Jaya” Kel. Gunung Sulah, Bandar Lampung, Senin (10/09/2018).

Walaupun Wawan sebagai penyandang disabilitas fisik sejak lahir karena kedua kakinya lumpuh layuh dan sang istri bernama Siti Chotijah atau biasa dipanggil Susi ini juga memiliki kekurangan fisik lumpuh layuh kaki sebelah kirinya, mereka tetap berkeinginan membantu sesama, meski dengan keterbatasan yang dia miliki, namun masih menyediakan waktu dan tenaganya untuk membantu penyandang masalah sosial lainnya.

Sehari-harinya Wawan berprofedi sebagai tukang service peralatan elektronik, sedangkan Susi menerima jahitan di rumahnya yang beralamat Perum Korpri Blok C. 5 No 16 Bandar Lampung.

Pada setiap bulannya Wawan membantu KPM Lansia dan ibu hamil serta penyandang desabilitas di tiga e-warong rata-rata sebanyak 75 sd 100 orang.

Mbah Surtinah, salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tinggal di Jl.Pulau Buton, Gg. Citra 2, Jaga Baya 3, Way Halim, mengaku sangat salut atas kepedulian Wawan dan istrinya, dan merasa sangat terbantu sekali.

“Adanya mas Wawan dan mbak Susi berkenan bembantu kami mengantarkan beras dan telur sampai kerumah tentunya saya senang sekali. Bagaimana tidak, sebelumnya setiap pulang dari e-Warong badan saya pegal-pegal semua, terpaksa harus ngundang tukang pijit” kata mbah Surtinah dengan wajah sumringah.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni saat ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya kisah kepedulian penyandang disabilitas Wawan dan Susi terhadap KPM BPNT khususnya para Lansia dan Ibu Hamil dan disabilitas fisik lainnya.

Sumarju menjelaskan, di Kota Bandarlampung jumlah KPM penerima BPNT sebanyak 49.711 KPM dengan jumlah e-warong sebanyak 71 tempat.
Penyandang disabilitas yang memiliki kendaraan roda tiga sebanyak 6 orang, yang dalam waktu dekat ini juga akan diundang untuk bisa mengikuti jejak saudara Wawan dan Susi.

“saya rencanakan 6 orang difabel fisik yang memiliki kendaraan roda tiga akan kami undang untuk diberikan motivasi supaya peduli terhadap penyandang masalah sosial lainnya, khususnya para KPM Lansia, ibu hamil dan defabel penerima BPNT” pungkasnya.

Ia juga mengatakan, perlu diketahui, Susi saat ini menjabat sebagai Ketua Himpunan Wanita sabilitas Indonesia (HWDI) Wilayah Lampung, dan pengurus Yayasan Citra Baru, yang merupakan penyelenggara rehabilitas sosial, rehabilitasi vocasional dan rehabilitasi medis bagi para disabilitas.(*)

Komentar