Sumarsono Peduli Kesejahteraan Petani

117
Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Sumarsono (kiri), foto bersama para petani di dusun 2 kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Minggu (15/7).

LAMPUNG TENGAH — Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah, Sumarsono,
Kembali lakukan kegiatan serap aspirasi kepada masyarakat, dalam kesempatan itu, ia mendapatkan berbagai keluhan dari petani di dusun 2 kampung Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Minggu (15/7).

Para petani di wilayah tersebut mengeluhkan masalah pertanian, di antaranya masalah pupuk yang hilang saat musim tanam, masalah kekurangan air dan juga keamanan serta keluhan terhadap jalan rusak.

Salah satu petani, Roy Simbolon mengatakan, bahwa setiap kali musim tanam tiba selalu mengalami kesulitan air, pupuk, dan juga mengeluhkan soal keamanan dan jalan mulai dari Bandar jaya sampai Nambah Dadi banyak yang rusak.

”Yang kami keluhkan adalah saat musim tanam tiba ada irigasi tetapi tidak pernah ada airnya, meski ada namun tidak tepat pada waktunya, karena kita bertani padi airnya harus tepat waktu, jadi saat kita panen tidak sesuai dengan harapan, sulit mendapatkan pupuk, saat ini keamanan masyarakat yang kurang serta kondisi jalan kita yang banyak rusak ”ucap Simbolon.

Simbolon menambahkan, dengan adanya pertemuan dengan Anggota DPRD LampungTengah saat Reses ini, menjadi kebanggannya dan sebagai tempat menyampaikan aspirasi warga.

”Dengan hadir nya pak Sumarsono ini kami merasa bangga dan berterima kasih, kami minta di perhatikan dan jangan hanya berhenti sampai disini saja karena pak Sumarsono ini fokus di bidang pertanian maka bagaimana caranya kami ini menjadi petani yang cukup”, pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi keluhan dari petani kampung Nambah Dadi ini, Anggota Komisi 2 DPRD Lampung Tengah, Sumarsono mengatakan, keluhan dari masyarakat ini memang sudah ada di benaknya dan juga pihaknya telah sering kali memperjuangkannya namun sampai saat ini belum terealisasi.

BACA JUGA:  Usung Konsep Indoor dan Outdoor, Bakmi Naga Resto Sajikan Menu Lezat

”Banyak keluhan dari petani disini, seperti yang pak Simbolon tadi katakan, bahwa air sulit itu karena kondisi bendungan di WS 0 yang harus segera di perbaiki dan merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan pusat, itu setiap tahun selalu kita usulkan tapi belum ada realisasinya” kata dia.

Sumarsono menjelaskan, terkait jalan dari Bandar jaya sampai di Nambah Dadi itu adalah jalan Provinsi yang terus di usulkan juga.

Mengenai pupuk bersubsidi yang di berikan oleh pemerintah hanya 40% dan di ganti dengan pupuk pet organik, untuk itulah saya membagikan pupuk organik gratis dan mulai tahun depan kita akan ajarkan kepada petani cara membuat pupuk Cair organik tersebut”. Jelasnya.

Sumarsono juga menegaskan, untuk itu Anggota Komisi II DPRD Lampung tengah ini akan terus melakukan pendampingan kepada para petani di kampung Nambah Dadi dengan membuatkan satu group komunikasi yang dapat di gunakan sebagai sarana tanya jawab mengenai Pertanian.

‘Untuk pendampingan kepada petani, saya minta para kelompok tani ataupun pemuda yang bertani bersedia datang ke rumah saya untuk mendapat bimbingan, dan nanti akan saya buat group melalui What Apps Nambah Dadi ini khusus untuk bimbingan, juga sebagai tempat berkomunikasi”,terangnya.

Ia juga mengatakan, dari semua usulan dalam resesnya ini, akan disampaikan kepada forum di DPRD, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terwujud.

”Semua usulan dari petani ini akan saya sampaikan melalui rapat Komisi, rapat paripurna maupun hearing, sehingga kesejahteraan petani dapat terwujud”, kata politisi PDI Perjuangan tersebut. (Hnd).

Komentar