KPAPL Sukses Selenggarakan Berenang Merdeka 2025

Ketua KPAPL Napoli Situmorang, naik Perahu Bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Wakil Gubernur Lampung dr Jihan Nurlela, menuju Lokasi Upacara.

Suryasumatera.com — PESAWARAN — Komunitas Perenang Antar Pulau Lampung (KPAPL) sukses menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke-80 di Atas Permukaan Laut Mutun, yang dilaksanakan pada 16 Agustus 2025.

Berkolaborasi dengan berbagai pihak, komunitas yang dinahkodai Napoli Situmorang itu, telah mempersiapkan pelaksanaan upacara tersebut dengan matang, sehingga hasilnya sangat memuaskan.

Pada pelaksanaan “Berenang Merdeka 2025” dua rekor telah dicatatkan di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tercatat sebagai Gubernur Pertama di Dunia, yang menjadi Inspektur Upacara di atas permukaan laut, kemudian satu lagi yaitu peristiwa Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut oleh Perenang Terbanyak.

Ketua KPAPL Napoli Situmorang, usai pelaksanaan Upacara mengatakan, peserta renang terdiri dari komunitas yang ada di Jakarta, Bekasi, dan  sekitar kota Bandar Lampung, dengan usia mulai dari 7 tahun sampai paling tua ada yang umur 70-an.

“Jadi sebelum acara itu ada namanya keliling pulau sekitar 3 kilo, jadi perenang-perenang itu sebelum acara mereka keliling dulu sekitar 3 kilo. Setelah itu mereka bergabung di tempat Upacara. Ini untuk pertama kalinya, makanya kita dicatatkan di Museum Rekor Dunia Indonesia. Dari pernyataan orang MURI bahwa ini kegiatan pertama kali di dunia, dan di Indonesia upacara yang dilakukan pengibaran bendera yang dilakukan di permukaan laut,” ujar Napoli.

Napoli menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan kegiatan Berenang Merdeka 2025, merupakan hasil kerja aktif yang luar biasa, apresiasi untuk para panitia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, sponsor, yang sudah hadir sudah memberikan bantuan pada kami l, mohon maaf kalau dalam dalam pelayanan kami mungkin ada yang tidak berkenan, semoga apa yang kami lakukan, cita-cita kami untuk mensukseskan, menggiatkan wisata bahari yang ada di provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Pesawaran, yang pada ujungnya nanti juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Napoli juga mengungkapkan harapannya dengan diadakannya kegiatan berenang merdeka 2025, bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi wisata bahari di Lampung. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, maka dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Kami berharap ini tidak hanya kegiatan olahraga, tapi kegiatan berdampak, karena kami mencoba mengedukasi ke peserta yang banyak anak-anak, juga banyak orang-orang tua. Kami mengedukasi mereka bahwa ini lho potensi Lampung, salah satunya adalah wisata bahari yang bisa kita kembangkan tidak hanya datang wisata ke sini hanya main di darat, tapi kita mengeksplor lautnya l, bermainlah kita ke pantai, mainlah dengan kami di sini supaya kedatangan Bapak Ibu sekalian dapat meningkatkan taraf hidup dari masyarakat yang ada di sini,” pungkasnya.

Ia juga mengatakan jika kegiatan yang dilaksanakan KPAPL bukan hanya berenang, tetapi juga terdapat kegiatan sosial yang telah dilakukan, seperti bersih-bersih laut.

“Dari kegiatan yang lain kami juga sering mengadakan bersih-bersih laut, kalau biasanya kegiatan bersih itu dilakukan namanya bersih-bersih pantai, tapi kami yang dilakukan komunitas perenang antar pulau yang kami lakukan adalah bersih-bersih sampah, yang ada di laut jadi kami berenang sambil membersihkan sampah tapi yang ada di laut. Itulah yang kami lakukan. Saya berharap dukungan terhadap kami komunitas perenang antar pulau, kami ingin sama-sama mewujudkan wisata bahari yang bagus, dan aman,” tutupnya.

Usai pelaksanaan upacara, KPAPL juga menggelar acara hiburan musik di pantai Mutun, dan juga doorprize diantaranya sepeda, barang elektronik, dan hadiah lainnya, bagi para peserta yang beruntung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung dr Jihan Nurlela, saat acara pengundian doorprize, usai pelaksanaan upacara bendera tengah laut Mutun, Sabtu 16 Agustus 2025.

Pengundian doorprize pertama kali dilakukan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan yang kedua oleh Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela.

Perlu diketahui, upacara tersebut diikuti ratusan peserta dari Komunitas Perenang Antar Pulau-Lampung yang membentuk formasi angka “80” di tengah laut sebagai simbol usia kemerdekaan.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekdaprov Marindo Kurniawan, serta Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, pada pidatonya saat menjadi Inspektur upacara di atas permukaan laut menyampaikan, pelaksanaan upacara di laut ini merupakan wujud cinta tanah air dengan cara yang kreatif dan penuh semangat serta menjadi simbol keberanian, kebersamaan, dan kreativitas bangsa.

“Bila umumnya upacara bendera dilakukan di darat, kali ini kita adakan di tengah laut. Ini adalah simbol keberanian, kebersamaan, sekaligus inovasi terhadap nilai luhur kemerdekaan itu sendiri,” kata Gubernur.

Ia menambahkan, kemerdekaan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjuangan bangsa. Mengutip Bung Karno, Gubernur menyampaikan bahwa bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya tidak akan mampu berdiri sebagai bangsa merdeka.

“Hari ini kita menunjukkan kepercayaan diri sebagai bangsa pemberani, sekaligus bangsa yang kuat dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Gubernur Mirza  juga menyinggung potensi Lampung sebagai daerah maritim dengan kekayaan wisata bahari. Ia menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan sektor ini secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah pusat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Gubernur Pertama di Dunia, yang menjadi Inspektur Upacara di atas permukaan laut.

“Lampung akan menjadi model pembangunan maritim yang kuat, mandiri, dan membanggakan. Harapan kami, Lampung tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari nasional, tetapi juga menjadi contoh pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan, inklusif, dan partisipatif,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, Gubernur mengapresiasi Komunitas Perenang Antar Pulau yang kembali berhasil mencatatkan rekor MURI. Sebelumnya pada tahun yang lalu, Komunitas Perenang Antar Pulau memecahkan rekor MURI dengan berenang di perairan terbuka sejauh 8 KM sambil membawa Bendera Merah Putih.

“Teruslah berkreasi, teruslah menjadi inspirasi, karena kemerdekaan dihidupkan melalui karya dan pengabdian nyata. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk berkolaborasi mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas,” tutupnya.

Direktur Marketing MURI, Awan Raharjo, menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan antusiasme peserta.

Ia mengungkapkan, sebelumnya peserta upacara yang tercatat sebanyak 511 peserta, namun karena animo yang meningkat, jumlah peserta upacara menjadi meningkat.

“Kami mendapat catatan, ada 511 (peserta). Tapi animo dan antusiasme para peserta yang ikut ambil bagian pada peristiwa hari ini bertambah, dan terakhir kami mendapat data menjadi 565 peserta,” ujarnya. (Ih).

Seedbacklink