METRO — Pemilu serentak 2019 yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia selama perhelatan pesta demokrasi sejak tahun 1955. Pemilu yang menggabungkan pemilu legislatif dan pemilu presiden sekaligus dalam satu waktu.Pemilih pertama kalinya ditawarkan untuk memilih dan mencoblos lima surat suara sekaligus. Pemilu serentak 2019 memiliki daya magnet yang cukup kuat untuk menyedot/menarik perhatian dan kesadaran politik warga dalam menggunakan hak pilihnya dalam memilih para calon pemimpin dan wakil rakyat (DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota).
Fenomena menguatnya semangat (ghirah) partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak politiknya di pemilu serentak 2019 dapat dilihat dengan naiknya angka partisipasi pemilih di Kota Metro sebesar 87,82 % dibandingkan dengan angka partisipasi pemilih pada pemilu legislatif tahun 2014 mencapai 82, 84 %.
Tingginya angka partisipasi pemilih di tingkat kota adalah sumbangsih partisipasi masyarakat dalam menyukseskan perhelatan pesta demokrasi di daerahnya masing-masing. Kecamatan Metro Pusat menyumbang angka partisipasi sebesar 86,96 %, Kecamatan Metro Utara dengan angka partisipasi 91,54 %, Kecamatan Metro Barat mensupport angka partisipasi sebesar 89,51 %, Kecamatan Metro Timur dengan angka partisipasi 86,13 % dan Metro Selatan dengan angka partisipasi pemilih sebesar 87,92 %.
Sudah selayaknya kita bersyukur dan berterima kasih kepada semua lapisan masyarakat yang sudah berkontribusi dengan naik angka partisipasi pemilih di pemilu serentak 2019 ini. Target angka partisipasi secara nasional dipatok di angka 77,5 % sedangkan untuk Kota Metro ditargetkan angka partisipasi pemilihnya 80 %. Dengan demikian kita semua telah berhasil menaikkan angka partisipasi diatas target yang telah ditetapkan baik secara nasional maupun secara lokal.
Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan angka partisipasi pemilih terjadi kenaikan, yaitu :
Pertama, Daya jual dua pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi daya magnet bagi masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya di TPS. Diakui atau tidak bahwa pendukung masing-masing pasangan calon sama-sama kuat ikatan emosionalnya atau bahkan secara ideologis. Pemilu legislatif seolah-olah tenggelam dan tidak begitu muncul dalam perbincangan masyarakat di warung-warung kopi maupun di dunia maya jika dibandingkan dengan pemilu presiden yang setiap detik dan menit selalu memenuhi obrolan-obrolan warga setiap harinya.
Kedua, Faktor data pemilih yang valid. Dari waktu ke waktu KPU dan jajarannya membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak untuk mencermati, memeriksa dan menyampaikan informasi kepada pihak penyelenggara pemilu jika ada warga yang belum masuk dapat DPT termasuk pemilih yang di DPT namun sudah tidak memenuhi syarat. Perbaikan demi perbaikan data pemilih terus dilakukan.
Ketiga, Masifnya gerakan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilakukan oleh KPU dan jajarannya dengan beraberagam cara dan strategi, sasaran segmen sosialisasi diperluas, keterlibatan langsung masyarakat diperkuat lewat program relawan demokrasi. Selain sosialisasi di dunia nyata lewat pertemuan-pertemuan warga juga masif lewat dunia maya media sosial.
Keempat, Tingginya keterlibatan semua pihak (stakeholder) pemerintah daerah, organisasi masyarakat, partai politik, perguruan tinggi dan lainnya dalam menyukseskan pemilu serentak 2019 dengan cara dan strategi kelembagaan masing-masing. Semua pihak menginginkan pemilu sukses, aman, damai dan naiknya angka partisipasi pemilih. Partisipasi semua elemen masyarakat menjadi kunci utama suksesnya perhelatan pesta demokrasi.
Pemilu serentak 2019 adalah jalan damai dan konstitusional yang telah kita lalui bersama, semoga pemilu ini dapat menghantarkan Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Para pemimpin dan wakil rakyat yang terpilih semoga dapat mengemban amanah kebangsaan dengan penuh kesungguhan dan kesadaran, dan berkomitmen yang tinggi untuk mensejahterahkan dan memakmurkan rakyatnya.
Agus Riyanto
(Divisi SDM, Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Metro).






