Pembangunan Ruas Jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo Mulai Direalisasikan

Penantian panjang masyarakat Kampung Bandarsari, Mojokerto, hingga Payungrejo, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, untuk menikmati akses jalan yang layak mulai menemukan titik terang. Pembangunan ruas jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo kini mulai direalisasikan, membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama puluhan tahun mendambakan infrastruktur jalan yang lebih baik.

Realisasi pembangunan tersebut menjadi salah satu wujud perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., dalam mendorong peningkatan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pembangunan jalan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarkampung, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Padang Ratu.

Bagi warga setempat, pembangunan tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan wujud harapan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Kehadiran infrastruktur jalan yang memadai diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Tokoh masyarakat Payungrejo, Tasim, mengungkapkan rasa haru dan bahagia saat mengetahui pembangunan jalan yang selama ini dinantikan mulai direalisasikan. Menurutnya, kondisi jalan yang berdebu dan kurang memadai telah menjadi persoalan masyarakat selama puluhan tahun.

“Terus terang, ketika pertama kali menerima kabar bahwa jalan ini mulai dibangun, saya sangat terharu. Sudah puluhan tahun kami menantikan kondisi jalan yang lebih baik. Hampir 30 tahun kami hidup dengan kondisi jalan yang berdebu dan terus menyuarakan harapan agar jalan ini diperbaiki. Alhamdulillah, sekarang mulai terwujud,” ujar Tasim kepada sejumlah media, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, ruas jalan Bandarsari–Mojokerto–Payungrejo merupakan jalur penting yang menunjang berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat. Karena itu, pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi, sistem drainase, serta lebar jalan sesuai kebutuhan dan kapasitas kendaraan yang melintas.

“Harapan kami, pembangunan ini benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat. Kalau memungkinkan, dilengkapi drainase yang memadai dan lebar jalan disesuaikan dengan kapasitas kendaraan. Jangan sampai jalannya sudah bagus, tetapi cepat rusak karena kendaraan dengan muatan berlebih. Kami berharap pengawasan dilakukan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Seedbacklink