Pengobatan Sakit Jantung dan Paru-Paru Sundari dibiayai Program JKN

Bandar Lampung, – Sejak hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan banyak masyrakat yang mengakui bahwa Program JKN sangat penting dan membantu masyarakat saat dikala sakit sebagai penjamin pembiayaannya. Seperti yang dirasakan oleh Sundari (54) Warga Enggal Kota Bandar Lampung. Sebagai peserta Program JKN, dirinya mengaku sudah 3 tahun memanfaatkan kartu JKN ketika berobat atas penyakit jantung yang ia derita.

Ketika ditemui oleh tim Jamkesnews di Rumah Sakit Graha Husada Kota Bandar Lampung tempat dirinya dirawat (26/04), terlihat sanak keluarganya dengan sabar mendampingi dan mengurus Sundari saat dirawat di Rumah Sakit. Nur anak dari Sundari yang tengah menemaninya dirawat di rumah sakit menceritakan bahwa Ibunya tersbut telah berkali-kali dirawat di Rumah Sakit, ia bersyukur semua biayanya ditanggung oleh Program JKN.

“Ibu saya ini sudah berulang kali dirawat di Rumah Sakit, sakitnya bukan hanya jantung, sakit paru-paru dan maag juga. Alhamdulillah kami sudah terdaftar sebagai peserta Program JKN, jadi tidak pusing memikirkan biaya pengobatan Ibu,” ungkap Nur.

Lanjut Nur menceritakan kronologi Ibunya dirawat di Rumah Sakit ini, Awalnya Ibu sesak nafas, lalu jantungnya berdebar-debar dan lemas. Melihat itu Nur lantas segera melarikan Ibunya ke Rumah Sakit.

“Ketika tengah beristirahat dimalam hari, Saya mendengar suara Ibu sesak nafas. Karena kamar bersebelahan, segera saya menghampiri dan menemukan Ibu sudah tergeletak tak berdaya memegangi dadanya. Tanpa fikir panjang lalu saya panggil suami dan segera membawa Ibu ke Rumah Sakit, Alhamdulillah dokter dan perawat segera menangani Ibu Saya yang telah kesakitan tersebut. Setelah di tangani dokter keadaan Ibu membaik, selanjutnya dibawa ke ruang perawatan,” ujar Nur.

Nur juga mengatakan selama dirawat di Rumah Sakit Graha Husada tersebut Ibunya mendapatkan pelayanan yang baik dengan lingkungan yang bersih juga perawat yang selalu siap siaga mengontrol keadaannya. Dirinya menambahkan bahwa saat mengurusi administrasi di rumah sakit hingga telah 3 hari Ibunya dirawat, Nur tidak merasakan kendala ataupun hal yang kurang baik pelayanan yang diberikan oleh petugas Rumah Sakit.

“Sejak awal masuk IGD hingga 3 hari ini dirawat dan belum diperbolehkan pulang oleh dokter, pelayanan yang diberikan dokter maupun perawat di Rumah sakit ini sangat baik. Ibu saya sudah berangsur membaik, tidak ada dimintai biaya tambahan, semua sudah dibiayai oleh Program JKN, semuanya gratis,” tambah Nur.

Program JKN ini merupakan wujud kepedulian Negara kepada rakyatnya, melihat banyaknya masyarakat yang terbantu oleh program ini. Hampir semua pasien Rumah Sakit mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk membiayai pengobatannya.

“Jika kita menjenguk sanak saudara kita di Rumah Sakit, baru kita sadar akan begitu penting Program JKN bagi masyarakat. Saya rasa Pemerintah sangat serius dalam hal pembiayaan jaminan kesehatan rakyatnya dengan menciptakan Program JKN ini,” tutur Nur.

BPJS Kesehatan pun saat ini terus melakukan inovasi untuk memudahkan dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pesertanya. Seperti saat Sundari dibawa ke IGD Rumah Sakit, dan kartu JKN nya tertinggal.

“Waktu Ibu dibawa ke Rumah Sakit kartu KISnya lupa terbawa. Namun petugas Rumah Sakit mengatakan bisa pakai KTP saja, setelah ditunjukan KTP, benar sudah cukup dan selesai keperluan administrasinya. Sungguh inovasi yang bermanfaat dan memudahkan, tidak perlu penuh-penuh simpan banyak kartu didompet apalagi sekarang tidak perlu pakai berkas fotocopyan lagi,” kata Nur.

Mengakhiri testimoninya Nur dan Sundari menyampaikan harapannya terhadap Program JKN ini, agar terus membantu masyarakat Indonesia dalam mengakses pelayanan kesehatan dan mencipatakan inovasi lainnya yang memudahkan (*)

Seedbacklink