Suryadiono: Program JKN Semakin Hari Semakin Baik

Bandar Lampung,– Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat yang dulu enggan untuk berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit karena masalah biaya, kini dapat dengan mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu hanya dengan menjadi peserta Program JKN.

Suryadiono warga Kedaton Kota Bandar Lampung (58), mengatakan bahwa Program JKN saat ini dirasakannya semakin baik jika dibandingkan dahulu saat baru diselenggarakan. Ia mengaku telah berkali-kali berobat baik ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit sejak ia terdaftar sebagai peserta JKN ditahun 2017 lalu.

“Tidak bisa saya bayangkan kalau semua biaya berobat kami harus keluar dari biaya sendiri. Mulai dari sakit flu dan demam yang ringan hingga telah dua kali anak saya dirawat karena sakit Demam Berdarah (DBD) dan Tipes, belum lagi istri yang pernah dirawat karena sakit maag, semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jika harus bayar sendiri, mungkin saya rasa tidak mampu untuk membayarnya, karena keluarga semua pernah sakit sampai dirawat di Rumah Sakit,” ujar Suryadiono, (26/04).

Suryadiono mengungkapkan saat ini berobat pakai JKN sangat mudah, cukup menunjukan KTP sudah bisa dilayani baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas atau Klinik.

“Dahulu saat awal menjadi peserta Program JKN mau berobat harus pakai kartu BPJS Kesehatan, pakai fotocopy KTP dan KK, Alhamdulillah sekarang dipermudah tidak perlu lagi banyak berkas, cukup tunjukan KTP sudah cukup,” tutur Suryadiono.

Sebagai peserta Program JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Suryadiono mengaku sangat bersyukur, diperhatikan oleh Pemerintah. Pasalnya ia yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan di Pasar itu, merasa jika Program JKN ini merupakan Program Pemerintah yang benar-benar tepat sasaran membantu masyarakat.

“Program JKN ini semua masyarakat merasakan manfaatnya, bukan hanya kalangan tidak mampu saja yang telah mengakuinya. Pekerja Swasta, Pegawai Negeri, TNI Polri sampai Pengusaha yang saya temui mengaku mengandalkan Program JKN saat berobat di Rumah Sakit. Karena saat ini biaya berobat tidak ada yang murah, tidak sebanding dengan penghasilan, bisa habis harta kalau berobat tidak pakai Kartu Indonesia Sehat (KIS),” ungkap Bapak dua orang anak ini.
Dari pengalamannya mengakses pelayanan kesehatan berulang kali baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), Suryadiono mengetahui inovasi dari BPJS Kesehatan sebagai wujud perbaikan penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, melalui Aplikasi Mobile JKN saat ini teknologi bisa dimanfaatkan untuk mempermudah layanan administrasi maupun layanan kesehatan yang diperlukan para peserta JKN.

“Saya pernah cek menu ketersediaan ruang rawat di Rumah Sakit ketika anak sakit, sangat membantu agar tidak salah milih Rumah Sakit yang sedang penuh ruang perawatannya. Selain itu juga saya pernah memanfaatkan antrian online yang ada di Aplikasi Mobile JKN. Waktu berobat ke Puskesmas Kedaton, saya ingat disana selalu ramai, saya cobalah ambil antrian online, Alhamdulillah tidak menunggu terlalu lama di Puskesmas, jadi waktu tidak terbuang sia-sia,” ujar Suryadiono.

Dengan banyaknya kemudahan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan saat ini, Suryadiono memberikan apresiasi atas inovasi-inovasi yang telah dibuat untuk peserta Program JKN dan juga untuk penjaminan kesehatan yang telah dilakukan untuk para peserta Program JKN. Ia berharap agar BPJS Kesehatan selalu ada untuk memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Seedbacklink