Bandar Lampung – Setiap orang menganggap bahwa kesehatan merupakan harta yang sangat berharga dalam hidup ini. Begitu berharganya hingga ketika jatuh sakit, maka apa saja akan dilakukan untuk bisa sembuh sesegera mungkin. Bahkan semua harta benda yang dimiliki akan dijual untuk bisa berobat agar sehat kembali.
Miranda (23), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merasakan sendiri betapa berharganya nikmat sehat, hal itu ia rasakan ketika dirawat di Rumah Sakit karena sakit asam lambung. Gadis yang terdaftar dalam segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) ata yang lebih dikenal sebagai peserta mandiri ini 2 hari lalu mendadak merasa asam lambungnya kambuh. Begitu sakit perutnya yang ia rasakan hingga saat itu juga ia segera dilarikan keluarganya ke Rumah Sakit Graha Husada Kota Bandar Lampung.
“Mual muntah dan terasa nyeri perut saya. Hari itu juga tanpa pikir lebih panjang, saya langsung dibawa ke IGD Rumah Sakit Graha Husada Kota Bandar Lampung. Saya sudah tidak sadar waktu dibawa ke sini. Ketika sadar sudah di infus di Rumah Sakit ini. Kalau dipikir lagi, sebelumnya nggak ada tanda-tandanya. Tapi memang sebelumnya agak kecapaian dan telat makan. Jadi mungkin itu penyebab utamanya,” ujar Miranda ketika ditemui saat dirawat di Rumah Sakit Graha Husada Kota Bandar Lampung (26/04).
Miranda menceritakan kalau saat itu keluarganya sudah panik melihat kondisinya yang muntah terus menerus, bahkan sampai menangis ketika melihat kondisinya yang kesakitan dan lemah tak berdaya.
“Orang tua saya udah nggak kepikiran apa-apa lagi, yang terpenting sampai di rumah sakit dulu, dirawat dahulu. Untungnya saat itu Ibu teringat kalau kami sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karena sebelumnya memang belum pernah memanfaatkannya, jadi memang sempat lupa punya kartu itu. Begitu ingat pun, kartunya entah dimana disimpannya. Setelah mengurus administrasi dan dijelaskan oleh petugas Rumah Sakit, Ibu langsung merasa tenang dan aman karena telah dijamin oleh Program JKN selama kita mengikuti prosedur yang berlaku,” kata Miranda.
Miranda menyampaikan kalau saat itu keluarganya tidak memiliki cukup uang jika Ia harus dirawat namun tidak ditanggung Program JKN, mungkin akan berhutang jika harus bayar biaya Rumah Sakit.
“Sebenarnya orang tua tidak punya cukup uang jika saat itu saya dirawat tidak ditanggung oleh Program JKN, namun karena panik dan khawatir akan keselamatan saya, maka orang tua nekat membawa saya ke Rumah Sakit. Waktu kejadian sakitnya perut saya itu saat malam hari, kalaupun mau pinjam tetangga pasti sudah tidur. Untung saja ada Kartu Indonesia Sehat (KIS),” ungkap Miranda.
Miranda mengungkapkan bahwa keluarganya tidak mengalami kesulitan ataupun tidak dimintai membayar biaya perawatannya. Menurutnya, jika mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, tidak perlu takut karena pasti akan dijamin oleh Program JKN.
“Saya sudah buktikan sendiri bahwa Program JKN benar-benar membantu biaya perawatan saya. Saat pertama kali datang saya langsung dilakukan tindakan di IGD, setelah itu lalu dibawa ke ruang perawatan. Pelayanan dari petugas di Rumah Sakit juga sangat baik. Dan yang terpenting kondisi saya saat ini telah membaik, semoga cepat bisa pulang,” tutur Miranda sambil tersenyum.
Menutup ceritanya Miranda berharap Program JKN terus membantu masyarakat Indonesia untuk mengakses pelayanan kesehatan, karena saat ini ekonomi sangat sulit, apalagi untuk masyarakat kurang mampu, Program JKN begitu berarti (*)






