Sartini : Menjadi Peserta JKN Tidak Hanya Lindungi Diri Sendiri, Namun Seluruh Masyarakat

Bandar Lampung, – Sartini merupakan peserta Program JKN dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dengan manfaat di kelas 3. Sartini mengaku dahulu sering lupa untuk membayar iuran JKN setiap bulannya, sampai tunggakannya cukup banyak. Karena kesibukannya sebagai pedagang dipasar dan tidak ada yang mengingatkannya.

“Dulu saya pernah menunggak iuran cukup banyak, karena lupa bayar tiap bulan. Kaget karena jumlah tunggakan yang cukup banyak, akhirnya saya bayarkan supaya tidak nambah banyak tunggakannya, dan lega rasanya kartu KIS saya dan keluarga aktif kembali” tutur Sartini.

Setelah lunas tunggakan tersebut, Sartini berfikir bagaimana supaya tidak lupa lagi untuk membayar iuran JKN setiap bulannya. Ia mendatangi kantor BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung dan mendapatkan informasi bahwa bisa mendaftar autodebet pembayaran iuran JKN melalui Bank.

Petugas BPJS Kesehatan menginfokan bahwa, untuk membayar iuran JKN agar tidak telat ataupun lupa, peserta diminta untuk mendaftar autodebet pembayaran iuran JKNnya. Bisa melalui Bank Mitra BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, BRI, BNI. Sartini merasa lega dengan sistem autodebet Ia tidak akan telat lagi untuk membayar iuran JKN setiap bulannya.

“Mendengar informasi autodebet saya langsung mendaftar, supaya tidak lupa lagi untuk membayar iuran JKN setiap bulannya. Kalau sampai telat kan kartu KIS bisa nonaktif dan tidak bisa digunakan untuk berobat, karena itu saya langsung mendaftar sistem pembayaran iuran autodebet tersebut” ujar Sartini saat ditemui tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung (20/12).

Sartini paham hak dan kewajibannya sebagai peserta Program JKN, ia pun berkomitmen untuk tidak menunda membayar iuran lagi dengan sistem autodebet. Iuran yang Ia bayarkan setiap bulan sangat dibutuhkan oleh peserta yang sedang sakit, maka pembayaran iuran tepat waktu setiap bulan itu untuk menanggung biaya pengobatan peserta lain yang sedang sakit.

“Saya paham sistem program JKN ini yaitu sistem gotong royong, iuran peserta yang sehat digunakan untuk peserta yang sakit. Jadi kita menjadi peserta JKN tidak hanya melindungi diri dan keluarga saja, namun juga membantu peserta lain yang sedang sakit, tolong menolong untuk peserta lain yang sedang sakit” kata Sartini. (OO/md).