Siaga Bencana, Tagana Lampung Gelar Tagana Masuk Sekolah

378
Tagana Lampung Selatan telah melaksanakan kegiatan TMS di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlaul Awar, Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Sabtu, (16/3/2019).

BANDARLAMPUNG — Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tanggal 18 Februari 2019 di Pandeglang, Provinsi Banten, yang dengan tegas menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dalam menghadapi bencana.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial bakal segera melaksanakan Tagana Masuk Sekolah (TMS).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, Kegiatan ini direncanakan akan dimulai pertengahan bulan Maret tahun ini.

“Pelaksanaanersama Tagana, Kwarda Pramuka Lampung khususnya Bidang Abdimasgana, Palang Merah Indonesia Lampung, Vertikal Rescue Indonesia Lampung” ujarnya saat ditemui dikantornya, Sabtu (16/3/2019).

Sumarju menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan mengingat Indonesia dilewati oleh jalur cincin api sehingga ada daerah-daerah yang rawan terhadap gempa, rawan banjir, rawan longsor, ada daerah juga yang rawan terhadap tsunami, dan bencana-bencana yang lainnya. Demikian juga di Provinsi Lampung merupakan daerah rawan bencana dengan segala jenis bencana alam.

Khusus yang bertemakan tsunami akan dilaksanakan di Desa Hanura dengan melibatkan anak sekolah sebanyak 1000 anak terdiri dari SD, SLTP dan SLTA, terdiri dari Pulau Pasaran, Bandar Lampung sebanyak 300 anak SD dan Desa Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan melibatkan anak SLTA dan SD sebanyak 500 anak, dan Kecamatan Hanura, Pesawaran sebanyak 200 orang.

Hari ini, Sabtu, 16 Maret 2019 Tagana Lampung Selatan telah melaksanakan kegiatan TMS di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathlaul Awar, Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro.

Pada kegiatan TMS ini menyajikan mater Pengetahuan Bancana, Simulasi Mitigasi Bencana. Jumlah peserta 180 siwa dan 12 orang guru.

Tidak ada yang tahu kapan bencana datang, namun dengan pengetahuan mitigasi bencana diharapkan dapat membangun masyarakat tanggap bencana. Salah satu edukasinya melalui Tagana Masuk Sekolah ini.

Terjadinya bencana tidak dapat diprediksi, oleh karena itu menjadi sangat penting masyarakat diberikan pengetahuan dan kemampuan dalam mengurangi resiko bencana khususnya dalam penyelamatan jiwa.

TMS merupakan bagian dari upaya program edukasi kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Program ini bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana. (*).

Komentar