Sumarju : e-Waroeng Diharapkan Tidak Hanya Melayani KPM

453

BANDAR LAMPUNG — Kepala Dinas Provinsi Lampung mengunjungi salah satu Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (e-Warong Kube PKH) Makmur Jaya, yang berlokasi di jalan Mayjend Ryacudu, Sukarame, Bandarlampung, beberapa hari lalu.

Dalam kunjungannya tersebut, ia bersama jajarannya mengecek langsung beroperasinya e-Waroeng yang telah di desain secara modern tersebut, karena telah dilengkapi dengan aplikasi e-kasir dan e-barcode.

Ia juga menyempatkan untuk berinteraksi dengan beberapa pembeli yang kebetulan tengah berbelanja, serta melihat langsung bagaimana pelayanan yang diberikan oleh pengelola kepada konsumennya.

“E-Warong diharapkan tidak hanya melayani Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), namun terbuka untuk konsumen lain” ujar Sumarju saat ditemui usai meninjau e-Warung.

Sumarju menjelaskan, Penjualan di e-Waroeng harus terus ditingkatkan guna meningkatkan kesejahteraan anggota.
Untuk mewujudkan hal ini, salah satunya bisa menggunakan sistem penjualan konsinyasi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, tengah berbincang dengan kasir e-Waroeng Makmur Jaya, Sukarame Bandarlampung, beberapa hari lalu.

Penjualan konsinyasi merupakan suatu perjanjian antara dua pihak dimana salah satu pihak sebagai pemilik barang menyerahkan barangnya kepada pihak tertentu untuk menjualnya dan kemudian akan mendapatkan komisi tertentu.

Jadi ada pengusaha yang menitipkan barang-barang ini, ini barang-barang tidak semuanya milik dari KUBE, namun bisa dilakukan dengan konsinyasi atau titip jual.

Jika e-Warong dapat beroperasi setiap hari tidak melulu melayani melayani KPM penerima BPNT, maka besar kemungkinan kesejahteraan anggota dapat tercapai.

Diharapkan untuk yang e-warong lain itu tidak hanya melayani NPNT saja, namun setiap hari harus dibuka sehingga percepatan pendapatan dari anggota.

E-Warong PKH Mart Makmur Jaya ini menjadi salah satu percontohan di Lampung bahkan nasional yang dinilai berhasil dalam peningkatan kesejahteraan anggotanya.

“Alhamdulilah E-Warong PKH Mart ini dalam beberapa bulan ini peningkatannya sudah nampak, omset penjualannya per bulan itu bisa mencapai 8 sampai 10 juta rupiah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, adanya aplikasi e-kasir, managemen yang ada di e-Waroeng lebih terbuka tidak ada suudzon, tidak ada saling curiga-mencurigai.

Kalau dengan e-kasir ini langsung bisa dihitung barang yang ada berapa, kurangnya apa, dan keuntungannya berapa yang harus dibayarkan ke pengusaha yang menitipkan barang itu berapa, sudah jelas.

Perlu diketahui, pembentukan e-Warong KUBE PKH oleh Kementerian Sosial bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat Bantuan Sosial.

E-Warong KUBE PKH berfungsi sebagai tempat menjual bahan pangan murah berkualitas dan kebutuhan pokok rumah tangga, agen bank penyalur bantuan sosial nontunai, tempat pemasaran hasil produksi KUBE dan tempat layanan koperasi simpan pinjam.*

Komentar