Tingkatkan Kualitas Beras, Dinas Ketahanan Pangan Lampung Beri Bimtek Gapoktan

224

BANDARLAMPUNG — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, meminta kepada para Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) penerima bantuan pemerintah, untuk dapat memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya, dan penuh tanggung jawab.

“Bantuan yang diberikan pemerintah ini harus dipertanggung jawabkan, baik fisik maupun secara administrasi, catatannya harus jelas, keuangan harus jelas, dijaganya dengan baik, karena itu uang negara, dipakai untuk pembangunan, dan program ini merupakan bagian dari pembangunan di bidang pangan,” ujar Kusnardi saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Bimtek bagi Poktan/Gapoktan, Pendamping, dan Tim Teknis, yang diselenggarakan di Hotel Kurnia II, Bandarlampung, Rabu (13/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut Kusnardi juga mengatakan, Bimbingan Teknis (Bimtek) ini sangat penting dilakukan agar target yang diharapkan bisa tercapai.

Adapun tujuan diberikannya bantuan pemerintah Melalui Kementerian Pertanian untuk Gapoktan ini, agar petani lebih maju, hasilnya bisa dinikmati oleh petani atau Gapoktan, mempunyai nilai tambah dari pengolahan sampai penjualan dari gabah menjadi beras.

Ditingkat petani diharapkan bisa menambah kesejahteraan, ditingkat konsumen bisa menjual lebih murah dari harga pasar, karena memotong jalur distribusi.

Pentingnya menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras, karena di Indonesia sendiri, harga hasil pertanian tersebut sangat mempengaruhi harga kebutuhan pokok lainnya.

“Kita belum dibilang makan kalo belum makan nasi, jika harga beras naik yang lain ikut naik. Pengaruhnya sangat kuat terhadap daya beli yang lain. Kalo beras murah maka masyarakat bisa membeli kebutuhan lainnya seperti memperbaiki rumah, membeli baju, dan tidur tenang karena perut kenyang. Tapi kalau naik sebagian orang tak mampu beli, maka akan banyak yang kekurangan gizi”pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Distribusi dan Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Bahagiati, saat ditemui di acara tersebut mengatakan, pada tahun 2019 Gapoktan yang mendapat bantuan sebanyak 45 Gapoktan yang terdiri dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Dana bantuan Rp160 juta yang diberikan oleh Kementerian Pertanian, diberikan dalam bentuk uang dan alat pertanian sesuai permintaan Gapoktan.

Diharapkan dengan diberikannya mesin pertanian, dapat meningkatkan hasil panen padi, serta mendapatkan kualitas beras yang lebih baik.

Selain itu dalam Bimtek ini juga diadakan cara pemesanan di Toko Tani Indonesia (TTI) dan penjualan Poktan/Gapoktan melalui e commerce.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Ely Nurafni Sari, dalam sambutannya mengatakan, Bimtek sangat penting bagi gapoktan penerima PPM tahun 2019 untuk mempelajari pelaksanaan bantuan pemerintah.

Narasumber dalam kegiatan Bimtek ini, berasal dari Dinas Ketahanan Pangan, juga dari tim e-commerce Provinsi Lampung.

Adanya bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan Gapoktan atau pengurus pendamping dalam pembukuan administrasi, serta teknis mengenai pengiriman pelaporan baik mingguan dan bulanan dengan menggunakan media sosial WhatsApp dan aplikasi Sentani, sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan pedum dan juknis yang ada. Bimtek dilaksanakan selama tiga hari mulai 13-15 Maret 2019.

Dana bantuan pemerintah sebesar Rp160 juta akan masuk kerekening Poktan atau Gapoktan sebesar Rp60 juta dan alat sebesar Rp100 juta, setelah Bimtek ini berlangsung.

Untuk itu diharapkan dana tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan PUPM ini. Semoga apa yang dicita-citakan dalam membangun ketahanan pangan yang baik di masa depan dapat tercapai.

Perlu diketahui, dalam Bimtek tersebut turut menjadi pemateri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kusnardi, Kabid Distribusi dan Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Bahagiati, memberikan materi tentang penjelasan tentang alur pengiriman beras ke TTI maupun ke masyarakat langsung melalui e-commerce. (*)

Komentar