Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung Luncurkan Buku, Gelar Konser, dan Sediakan Taman Karakter

1491
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Drs. H. Sulpakar, MM, melaunching Buku Panduan Penguatan Pendidikan Karakter Sekolah Fransiskus Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung, di SMA Fransiskus Bandarlampung, Sabtu (19/10/2019).


BANDARLAMPUNG -Kongregasi Suster-suster Fransiskanes dari Santo Georgius Martir (FSGM) meluncurkan Buku Penguatan Pendidikan Karakter untuk Sekolah sekolah dibawah naungan Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung di Kompleks SMA Fransiskus Lampung, Sabtu (19/10).

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Drs. H. Sulpakar, MM, dan Uskup Tanjung karang, Mgr.Yohanes Harun Yuwono.

Hadir juga dalam acara Launching Buku Panduan Penguatan Pendidikan Karakter antara lain, Danrem 043/Gatam Kol. Inf. Taufik Hanafi, sejumlah anggota DPRD Lampung antara lain, Drs. Tulus Purnomo dan sejumlah pejabat dan pengurus Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung.

Kepala SMA Fransiskus Bandarlampung, Sr. M. Pauli, FSGM mengatakan, Buku Panduan Penguatan Pendidikan Karakter, langsung dibagikan ke semua siswa Sekolah Fransiskus. Semua siswa mulai dari TK sampai SMA mendapat buku panduan.

Maksud dari pembagian buku ke semua siswa supaya orang tua juga bisa membaca. Karena orang tua merupakan bagian integral yang perlu mengambil bagian dari pendidikan karakter kepada anak-anak. 

Selain itu digelar juga konser yang menampilkan para peserta didik dari 22 sekolah di bawah Yayasan Dwi Bakti Bandar Lampung, di Lampung, Jakarta, Yogyakarta dan Palembang.

Selain memberikan buku dan konser, acara ini juga dikemas dengan seminar tentang pendidikan karakter, dan disediakan taman karakter.

“Buku yang diterbitkan oleh erlangga ini diinspirasi oleh semangat pendiri Kongregasi Muder Anselma yang akan menjadi keunggulan Sekolah Fransiskus” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Drs. H. Sulpakar, MM, melaunching Buku Panduan Penguatan Pendidikan Karakter Sekolah Fransiskus Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung, di SMA Fransiskus Kedaton Bandarlampung, Sabtu (19/10/2019).

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadisdikbud Sulpakar mengatakan, pembangunan karakter dan pendidikan menjadi suatu keharusan.

Karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik menjadi cerdas, melainkan juga mempunyai budi pekerti, sopan santun dan jiwa kepemimpinan, sehingga keberadaannya sebagai anggota masyarakat menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun masyarakat pada umumnya.

Karena itulah kata Gubernur, pemerintah bersungguh-sungguh menggaris bawahi akan pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter bangsa dalam arti luas.

Mengingat salah satu upaya untuk menanamkan sikap disiplin dan tanggungjawab bagi peserta didik melalui gerakan, salah satunya melalui penguatan pendidikan karakter.

Oleh karena itu, Pemprov Lampung mengapresiasi dan menyambut baik Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung selama kurun waktu 150 tahun Kongregasi FSGM, telah diwariskan dan dilestarikan dalam sebuah karya kerasulan pendidikan melalui launching buku panduan penguatan pendidikan karakter.

Perlu dimaklumi bersama, bahwa peran dan fungsi lembaga pendidikan seperti lahirnya SMA Fransiskus sebagai sentra pembangunan Sumber Daya Manusia sangat diperlukan.

Lembaga pendidikan merupakan tempat untuk menggelorakan semangat kuat untuk mengembangkan jati diri calon pemimpin bangsa dan menimba ilmu pengetahuan.

“Saya mengharapkan kepada Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung dapat terus berperan aktif memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Lampung. Ke depan Pemerintah Provinsi Lampung melalui program kerja yang dimiliki akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mengingatkan kualitas dunia pendidikan melalui “Smart School”.

Dengan launching buku panduan penguatan pendidikan karakter kiranya ini dapat dijadikan sebagai informasi dan bahan acuan yang senantiasa dihayati.

Sehingga Sekolah Fransiskus Yayasan Dwi Bakti Bandarlampung dapat semakin berperan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.(*)

Komentar