Yayasan Islam Cinta Indonesia dan PPIM Gelar Literasi Pemuda & Perdamaian dan Bincang Buku “Fikih Milenial”

243

BANDARLAMPUNG — Yayasan Islam Cinta Indonesia bersama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Jakarta (PPIM UIN Jakarta) dan Convey Indonesia menyelenggarakan Program Pendidikan Literasi Pemuda dan Perdamaian melalui kegiatan “Roadshow Literasi Cinta”.

Kegiatan bincang santai bertemakan Sinergi Komunitas Pemuda & Perdamaian, serta Bincang Buku Serial Gen Islam Cinta “Fikih Milenial, digelar di Woods Strairs Café Jl. Urip Sumoharjo No.204, Way Halim Permai, Way Halim Bandar Lampung, Lampung, Senin (28/10/2019), dimulai pukul 19.00 WIB.

Dalam acara sinergi Komunitas Pemuda & Perdamaian dan Bincang Buku 
Fikih Milenial, hadir sebagai moderator Peneliti PPIM UIN Jakarta,
Dirga Maulana, narasumber tokoh Masyarakat Bandarlampung, Romo Roy, dan Ayi Yunus, selaku penulis Buku  Fikih Milenial.

Pada kesempatan itu, Philipus Suroyo atau lebih akrab disapa Romo Roy mengatakan, sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan Literasi Pemuda & Perdamaian, khususnya di Bandarlampung.

“Ruang-ruang perjumpaan inilah yang diharapkan mampu memberikan inspirasi memberikan inovasi-inovasi dan juga solusi-solusi atas hal-hal yang selama ini kita wakilkan, lebih-lebih oleh generasi milenial supaya lewat perjumpaan, berkat sharing- Sharing semacam ini dapat berkontribusi pemikiran. Menjadi pribadi yang memiliki literasi juga mempunyai kemauan untuk memiliki daya baca berpikiran kritis dan memaknai media sebagai sarana untuk semakin memanusiakan manusia”ujarnya.

Romo Roy menambahkan, generasi milenial ini harus terus-menerus digerakkan untuk berkomitmen bersinergi membangun bersama narasi perdamaian, kerukunan bersama dengan rekan-rekan media.

“Kita tidak bisa bergerak dan tidak bisa berjuang, bekerja sendiri tetapi kita bisa bekerjasama dengan media- media atau mungkin yang memang konsen di bidangnya, sebagau upaya untuk menegakkan, membangun kerukunan dan perdamaian”tambahnya.

Sementara itu, Ayi Yunus, selaku penulis Buku  Fikih Milenial, dalam acara tersebut menyampaikan, kaum milenial harus bijak menggunakan media sosial, gara-gara internet, banyak yang malah tersesat.

Banyak yang baru belajar agama, mencari-cari di internet kemudian malah salah jalan.

“Media sosial betul-betul sudah dimanfaatkan dengan baik dengan tujuan yang buruk. Oleh sebab itu, kita yang orang baik-baik harus memanfaatkan medsos dengan yang baik-baik juga” pungkasnya.

Ahmad, salah satu peserta dari kaum milenial mengaku sangat mengapresiasi dibuatnya kegiatan bincang santai terkait perdamaian.

Ia mengatakan, bahwa kegiatan berkumpul bersama dengan rekan-rekan yang berbeda agama dapat menambah kerukunan.(*)

Komentar