Yuli : Apa Yang Kau Pikir Itulah Yang Terjadi, JPP Bedah Buku Neng Koala

221

BANDARLAMPUNG — Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus perayaan hari jadinya yang ketiga, Jaringan Perempuan Padmarini (JPP) menggelar bedah buku Neng Koala, Bertempat di Gerai Mister Geprek 3 Jl S. Brodjonegoro, Minggu (28/10)

Kegiatan dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang dan diramaikan pula oleh UKMBS ITERA Band.

Bertindak sebagai salah satu penulis buku Neng Koala, Susi Sarumpaet yang juga merupakan dosen Program Studi Akuntansi Universitas Lampung memaparkan bahwa buku tersebut berisi tentang 34 cerita pengalaman hidup di negeri kanguru.

Tak hanya sebagai mahasiswi yang menetap di sana, penulis juga bercerita tentang pengalaman pertukaran pelajar dan pemuda.

“Saya pernah nyaris gagal dan ingin pulang saja ke Indonesia. Tapi suami saya kemudian bilang bahwa apa yang telah dimulai harus diperjuangkan hingga akhir. Saya pun berpikir bahwa diantara beberapa orang yang gagal belajar di luar negeri tak ada sejarahnya seorang Ibu yang membawa serta anak dan suami yang gagal,” kata Susi.

Sementara itu, Penggiat Justice and peace yang juga pembina JPP, Yuli Nugrahani mengatakan, buku Neng Koala menampilkan tulisan-tulisan dari pengalaman banyak perempuan yang berjuang mencapai impiannya.

Di tengah pandangan mainstream terhadap perempuan yang masih sering tidak adil gender, mereka memaparkan pergulatan supaya tetap harmoni dalam perannya sebagai anak, istri, ibu dan juga mahasiswi.

“Perjuangan semacam ini harusnya dimiliki oleh semua manusia, entah perempuan atau laki-laki. Selama tidak kehilangan harapan, maka segalanya mungkin terjadi. Saya percaya dengan kekuatan pikiran, apa yang kau pikir itulah yang terjadi. Saat peluang itu ada, kita tidak seharusnya melewatkan dan kemudian menyesal,” papar Yuli.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator JPP, Rinda Gusvita yang berperan sebagai moderator dalam kegiatan itu menjelaskan bahwa bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi JPP. Bedah buku dan diskusi ini menandai fokus lain dari JPP, yaitu gender.

Hari sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan sarasehan lingkungan hidup, penanaman pohon, dan pemotongan tumpeng di Desa Talang Mulya, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Kegiatan ini dilakukan dalam kerjasama dengan berbagai lembaga jaringan sepwrti Walhi Lampung, Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), Mapala, Sispala, dan lainnya.

“Bedah buku dan diskusi Neng Koala ini hanya merupakan pemantik dimana rencananya akan dilakukan kegiatan serupa di beberapa kampus lainnya seperti ITERA, Unila, dan STIE Gentiaras. Selain itu JPP juga akan menggelar diskusi dwi bulanan yang kedua yang rencananya akan diadakan pada akhir tahun ini,” pungkasnya.

Komentar