SURYASUMATERA.COM — METRO – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi menghadirkan jaringan generasi kelima atau 5G di Kota Metro, Lampung. Langkah strategis ini diambil guna menopang gaya hidup digital masyarakat, sekaligus mendukung adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang membutuhkan konektivitas andal.
Hal tersebut disampaikan oleh Agus Sulistio, EVP-Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, dalam acara media gathering bersama awak media dan Key Opinion Leader (KOL) di Cafe Lacosta, Kota Metro, Sabtu (11/9/2026).
Dalam pemaparannya, Agus menjelaskan bahwa Lampung, khususnya Kota Metro, selalu menjadi prioritas utama IOH dalam implementasi teknologi baru di Pulau Sumatera. Riwayat pembangunan infrastruktur telekomunikasi IOH mencatat wilayah ini sebagai pionir sejak era transisi jaringan sebelumnya.
“Kalau teman-teman media mengikuti perjalanan Indosat, Lampung adalah tempat pertama kalinya jaringan 4G dibangun di Pulau Sumatera. Begitu juga dengan komitmen kami memperbarui teknologi ke 5G, Lampung tetap menjadi salah satu yang pertama dilangkah,” ujar Agus Sulistio di hadapan para jurnalis dan kreator konten.
Agus menambahkan, kehadiran teknologi 5G menuntut perusahaan untuk bergerak adaptif dalam merespons lonjakan permintaan data (demand) masyarakat yang luar biasa besar. Terlebih, profesi seperti jurnalis dan KOL saat ini memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap stabilitas sinyal.
“Kita bisa melihat media akan sangat cepat memperbarui informasi jika didukung konektivitas yang bagus. Di sinilah Indosat hadir. Untuk teman-teman sekalian, kreativitas membutuhkan penopang industri yang andal,” jelasnya.
Menopang Ekosistem Digital Gen Z
Berdasarkan data internal IOH, lebih dari 50 persen populasi masyarakat di Provinsi Lampung, khususnya Kota Metro, didominasi oleh generasi muda yang masuk dalam kategori tech-driven (sangat bergantung pada teknologi).
“Mereka perlu konektivitas yang lengkap dan handal untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Karena bagaimanapun, teknologi digital sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, terlebih saat ini kita sudah memasuki era AI,” kata Agus.
Lebih lanjut, IOH berharap integrasi antara jaringan 5G dan teknologi kecerdasan buatan dapat mengubah pola hidup masyarakat menjadi jauh lebih efektif, produktif, dan efisien.
Guna mewujudkan hal tersebut, perusahaan terus menggelontorkan belanja modal (capital expenditure) untuk investasi infrastruktur dan inovasi berkelanjutan agar selalu berada selangkah lebih maju.
Layanan 5G dengan Benefit Plus-Plus
Tidak sekadar menawarkan kecepatan internet biasa, Agus menegaskan bahwa jaringan 5G milik Indosat dibekali dengan nilai tambah (value-added services) yang beragam untuk memanjakan para penggunanya.
“Perjalanan 5G kita bukan cuma 5G biasa, tapi 5G yang punya ‘plus-plus’. Di mana satu kartu atau satu sifor itu punya benefit yang bermacam-macam,” tuturnya.
Melalui kolaborasi strategis global, IOH kini memberikan kemudahan akses teknologi bagi para pelanggan setianya untuk menunjang produktivitas harian.
“Kami sudah bekerja sama dengan Google, sehingga teman-teman pengguna bisa langsung mengakses Gemini, mendapatkan kapasitas Google Drive, hingga fitur Adobe Maker. Ke depan, akan makin banyak lagi benefit yang didapatkan oleh seluruh pengguna Indosat, baik untuk masyarakat umum maupun sektor pemerintahan,” pungkas Agus.

Perlu diketahui, dalam kesempatan itu Agus Sulistio, EVP-Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison menyerahkan doorprize berupa Indosat HiFi Air 5G kepada 3 peserta gathering yang hadir.
Hadir dalam acara itu, VP Head of Technology Sumatera, Ervan Kurniawan, VP Head Of Sales South Sumatera IM3, Syahrial, dan SPV Head of Growth Circle Sumatera, M. Andre Reinaldy H.
Kehadiran jajaran pejabat Indosat ke Kota Metro, untuk sekaligus menghadiri acara Food Culture 2026, yang akan dibuka secara resmi oleh Walikota Kota Metro, yang dalam acara itu.
Pada acara itu, Indosat turut memeriahkan dengan membuka booth, untuk memperkenalkan jaringan 5G kepada masyarakat Kota Metro.






