Andi Desfiandi: Potongan Video Khotbah Menag Hoaks

48
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi

BANDARLAMPUNG — Persoalan video Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi saat khotbah salat jumatnya di Masjid Istiqlal, Jakarta (1/11) Jumat yang lalu, dipersoalkan oleh sejumlah kalangan, sebab dalam video tersebut sudah tidak utuh lagi karena disebarkan khotbah sudah dipotong-potong.

Banyak yang mengatakan kepada saya, bahwa video yang sudah tersebar tersebut, nggak ada hamdalahnya, nggak ada selawatnya, tahu-tahu isinya, kemudian nggak ada penutupnya, nggak ada ibadahllahnya dan sebagainya, kata Menag Fachrul Razi lewat pesan Whatsapp, Jumat (8/11).

Awalnya saya tidak ingin menanggapi hal tersebut. Namun informasi tersebut makin tersebar dan saya perintahkan jajarannya untuk menyebarkan rekaman lengkapnya, ucap Jenderal mantan Wakil Panglima TNI ini.

Terkait persoalan tersebut, ketua Bravo 5 Lampung, Andi Desfiandi juga menanggapi persoalan itu, menurutnya jika memang benar kalau potongan (editan) video khotbah jumat yang sengaja disebar di media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, ada unsur menjatuhkan menteri agama kita dan bisa berakibat hukum pidana bagi para penyebar, tegas Andi.

Andi menambahkan, kalau kita tonton video yang penayangannya utuh sama sekali tidak ada Menag kita meninggalkan apa-apa yang dimaksud di atas, karena apa yang disampaikan Fachrul Razi sudah sesuai dengan khotbah-khotbah yang memang selama ini kita lihat dan dengar, tambah Ketua Bidang Ekonomi DPP Bravo 5 ini.

“Setau saya juga Menag kita ini walapun basicnya dari militer tapi beliau sering menjadi khatib salat Jumat di beberapa kesempatan, bahkan sejak menjadi taruna dulu sering mengajari mengaji taruna lainnya dan terkenal taat beragama.
Bahkan beliau kadang disebut Jendral Santri sehingga tidak mungkin dirinya tidak paham terkait aturan/rukun khotbah Jumat” kata Andi Desfiandi.

BACA JUGA:  Kiprah Bangsa Indonesia Bersama ACT Untuk Palestina

Ketua Yayasan Alfian Husin ini berpesan, agar kiranya masyarakat jangan mudah terprovokasi dan langsung mempercayai berita, foto maupun potongan vidio yg beredar di media sosial, saring dulu sebelum sharing.

“Saya juga meminta aparat hukum untuk menindak tegas para pihak yang dengan sengaja menyebar informasi bohong serta potongan vidio khutbah tersebut, ujar Ketua Lembaga Perekonomian NU Lampung ini. Apalagi saat ini begitu banyak berita yg sepotong2 dan provokatif sehingga menjadi ajang saling menjatuhkan dan memperkeruh keadaan.
Pesan saya bijaklah bermedia sosial, ambil sisi positifnya, gunakan untuk ajang silaturahmi bukan malah digunakan untuk provokasi dan fitnah seperti itu”terangnya.

Komentar