Bank Indonesia Perkuat Peran Daerah Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Capacity Building Forum Investasi Lampung

Bank Indonesia melalui Forum Investasi Lampung
(FOILA) menyelenggarakan kegiatan Capacity Building bertema “Explore the Potential:
Lampung Investment Opportunities Sustainable Growth”. Kegiatan yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat peran strategis daerah dalam mendorong arus investasi produktif dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyinergikan strategi pengembangan investasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung Tahun 2025.

Kegiatan ini menghadirkan peserta dari perwakilan Bappeda Provinsi, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi, serta DJPb
Provinsi, dan Bappeda serta DPMPTSP Kab/Kota se-Lampung. Melalui forum ini, peserta dibekali pemahaman mendalam tentang strategi menarik investasi, optimalisasi potensi unggulan daerah serta penyusunan proposal proyek investasi dan juga optimalisasi website FOILA sebagai media untuk penyampaian informasi dan potensi investasi di Lampung.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo
Epyanto, menyampaikan bahwa investasi memiliki peran penting sebagai pendorong
pertumbuhan ekonomi jangka panjang, penciptaan lapangan kerja, serta penggerak
transformasi struktural daerah. Namun, menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan kapasitas dalam menyiapkan proyek investasi yang matang dan
menarik bagi investor. Oleh karena itu, Bank Indonesia melalui FOILA mendorong
peningkatan kompetensi teknis dan koordinasi lintas sektor agar pemerintah daerah mampu
menyusun dan mengeksekusi proyek yang berdampak nyata bagi kesejahteraan
masyarakat.

“Provinsi Lampung memiliki banyak potensi yang apabila kita kembangkan dengan
optimal dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, namun kendala utama adalah bagaimana menghasilkan sebuah proyek yang clean and clear, yang mampu menarik minat investor lebih lanjut”, tambahnya.

Untuk mengoptimalkan tujuan kegiatan ini, capacity building juga dilengkapi dengan
sesi diskusi interaktif dan clinic session yang membahas langsung rancangan proyek investasi dari masing-masing Kab/Kota se-Lampung. Hal ini sekaligus menjawab tantangan bagaimana menghasilkan sebuah proyek yang berstatus IPRO (Investment Project Ready to Offer).

Bank Indonesia berharap kegiatan ini akan membantu meningkatkan pemahaman
para pemangku kepentingan dalam menyusun rencana investasi yang berkelanjutan,
inklusif, dan berdampak luas bagi perekonomian Lampung. Secara khusus, tentunya diharapkan melalui kegiatan bersama ini dapat semakin meningkatkan sinergi dan
kolaborasi antar instansi demi terwujudnya visi Pemerintah Daerah “Bersama Lampung
Maju, Menuju Indonesia Emas”. (*)

Seedbacklink