Diduga Karena Korsleting Listrik, Warung Papan di Pringombo Terbakar

153

PRINGSEWU – Sebuah bangunan non permanen berupa warung yang terbuat dari papan yang berlokasi di Pringombo RT 9 LK 4 Kelurahan Pringsewu Timur Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu terbakar.

Kebakaran yang terjadi malam tadi, Sabtu tanggal 2 November 2019 sekitar pukul 22.45 Wib, akibatnya Tungasir (55) pemilik warung yang merupakan warga setempat diperkirakan mengalami kerugian Rp. 50 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah isi warung tersebut berisi sejumlah barang serta 1alat penggiling kopi, 1 mesin parut kelapa dan 3 sepeda ontel ludes bersama bangunan itu.

Dikatakan Kapolsek Pringsewu Kota Polres Tanggamus Kompol Basuki Ismanto, SH. MH, saat kebakaran pihaknya telah datang ke TKP guna membantu proses pemadaman. Selanjutnya pasca api dipadamkan juga telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan korban guna mengetahui asal api berasal.

“Tidak ada korban jiwa dan hasil olah TKP diduga api muncul setelah terjadinya arus pendek listrik di dalam warung, kemudian api membakar bahan bahan di dalam warung berupa sabut dan batok kelapa,” kata Kompol Basuki Ismanto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Minggu (3/11/19).

Kompol Basuki menerangkan, berdasarkan keterangan korban, sekitar pukul 22.45 Wib, ia melihat api sudah berkobar dan membakar bagian belakang warung yg berada disamping rumahnya, kemudian ia memberitahukan saksi Edi (60) dan Uhok (60) guna membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Tidak berapa lama, pemadam kebakaran juga datang ke lokasi guna melakukan pemadaman, namun karena api cepat membesar sehingga menghanguskan keseluruhan bangunan warung beserta isinya.

“Api berhasil dipadamkan oleh pemadam kebakaran Kabupaten Pringsewu, kemudian dilakukan pendinginan hingga sekitar pukul 00.00 Wib,” terangnya.

Ditambahkan Kompol Basuki, bangunan yang terbakar merupakan bangunan non permanen terbuat dari papan kayu yg keseharian bangunan tersebut digunakan untuk warung tempat usaha berjualan sayur dan menggiling kelapa.

“Atas musibah tersebut, kami sangat prihatin. Semoga korban diberikan ketabahan dan pemerintah dapat membantu meringankan beban agar korban dapat melakukan usaha yang selama ini ditekuninya,” pungkasnya. (Samuel)

Komentar