Forum Puspa Gandeng Coca Cola Gelar Urban Farming

158

TANJUNG BINTANG — Kegiatan pelatihan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis lingkungan, kembali digelar Forum Partisipasi Publik Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Forum Puspa) Provinsi Lampung.

Bertemakan urban farming, kegiatan tersebut dilaksanakan di Coca Cola Forest Tanjung Bintang bekerja sama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) Coca Cola, Jumat (26/10).

Urban farming memang didesain untuk dikembangkan di perkotaan padat penduduk yang tidak mempunyai jumlah lahan kosong yang besar.

Selain itu, urban farming juga membantu memberikan kontribusi terhadap ruang terbuka hijau kota dan ketahanan pangan.

Manfaat lain yang dicapai dari kegiatan ini adalah manfaat ekologis karena masyarakat turut berkontribusi dalam meningkatkan proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota.

Kegiatan semacam ini banyak memberikan mafaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat baik dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi dalam makanan, peningkatan pendapatan keluarga, dan estetika lingkungan.

Dalam kesempatan ini peserta mereview kembali materi tentang pengelolaan sampah organik yang dilakukan pekan sebelumnya.

Sebelumnya mereka telah mendapatkan materi tentang pengolahan sampah organik menjadi kompos dan bank sampah.

Kali ini mereka mendapatkan pengetahuan baru tentang teknik penyiapan lahan untuk urban farming, pembibitan, penanaman, hingga pemanenan.

“Di beberapa rumah di Kelurahan Enggal sudah terdapat lubang resapan biopori. Namun lubang resapan biopori itu belum dimanfaatkan sepenuhnya. Sehingga pada kesempatan kali ini diberikan penajaman kepada peserta bahwa lubang biopori tersebut bisa dimanfaatkan untuk memproduksi kompos dari sampah organik di dapur sekaligus untuk resapan air hujan,” ujar penanggungjawab kegiatan, kata Rinda Gusvita.

Rinda menjelaskan, puluhan peserta yang merupakan ibu-ibu dari Kelurahan Enggal juga melakukan brainstorming dengan anggota Forum Guru Tanjung Bintang tentang produksi kerajinan tangan.

Selain itu dipaparkan pula motivasi berwirausaha dari Karang Taruna Sukanegara Tanjung Bintang yang telah memiliki unit produksi sambal skala rumah tangga.

“Dalam kegiatan kali ini, para peserta diberikan pemahaman dan kesadaran bahwa peningkatan ekonomi bisa berangkat dari masalah yang ada. Dengan belajar dan praktik langsung aplikasi urban farming di lapangan para peserta lebih antusias daripada belajar di kelas. Harapannya mereka akan lebih terinspirasi dan termotivasi untuk mengembangkan ilmunya di rumah masing-masing,” Kata Rinda.

Sementara itu, Coca Cola Corporate Affairs Regional Manager West Indonesia, Yayan Sopian memaparkan, Coca Cola Forest merupakan bentuk komitmen Coca Cola Amatil Indonesia sebagai bisnis yang bertanggungjawab bersama masyarakat sekaligus pelestarian lingkungan hidup.

Dalam program ini masyarakat dapat belajar menyemai dan menanam pohon dan pemanfaatan sampah dengan praktik langsung.

Lurah Enggal, Sutiman, berharap bahwa kegiatan yang digelar oleh Forum Puspa di wilayahnya dapat segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Pihaknya akan segera mengumpulkan para Ketua RT untuk bisa membicarakan tentang perencanaan bank sampah dan yang lainnya. (*)

Komentar