Forum Puspa Gelar Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Berbasis Lingkungan

199

BANDARLAMPUNG — Partisipasi Publik untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak (FORUM PUSPA) Provinsi Lampung kembali menggelar pelatihan bagi masyarakat Kelurahan Enggal, Jumat (19/10).

Setelah pekan lalu digelar pelatihan Media Sehat, kali ini masyarakat Enggal diajak untuk sadar terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis lingkungan.

Bertempat di kantor Kelurahan Enggal, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan perempuan, peewakilan PUSPA, dan jajaran lurah Enggal serta awak media.

Dalam kesempatan ini mereka diberi pelatihan mengenai pengelolaan sampa yang terdiri dari pengolahan sampah organik rumah tangga, urban farming lubang resapan biopori, serta bank sampah.

Penanggungjawab kegiatan, Rinda Gusvita yang juga merupakan Koordinator Jaringan Perempuan Padmarini (JPP) mengatakan bahwa program ini merupakan program yang dicetuskan sebagai upaya untuk tetap menjaga kualitas hidup, yaitu dengan tetap dapat mengkonsumsi pangan sehat yang berkualitas di tengah perkotaan sekaligus memberdayakan sampah yang dihasilkan di rumah.

Harapan lain yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah masyarakat mengetahui tentang ekologis karena masyarakat turut berkontribusi dalam meningkatkan proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota.

Kegiatan semacam ini banyak memberikan mafaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat baik dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi dalam makanan, peningkatan pendapatan keluarga, estetika lingkungan dan sebagai ruang terbuka hijau.

“Menurut data Kementerian Kehutanan tahun 2017, 48% sampah di Indonesia adalah sampah rumah tangga. 60% diantaranya adalah sampah organik yang masih dapat diolah dan dimanfaatkan. Dengan demikian, kami mengajak para perempuan untuk sadar dan memberdayakan sampah dari rumah. Perempuan mempunyai power yang cukup besar sebagai pengelola rumah tangga,” papar Rinda.

Dalam kesempatan itu Hendrawan, Direktur WALHI Lampung menjelaskan bahwa bank sampah dapat dijadikan sebagai solusi terhadap masalah sampah anorganik sekaligus menghasilkan uang.

Dia berharap agar masyarakat Kelurahan Enggal terbangun keinginannya untuk membentuk dan mengelola bank sampah. Terkait hal ini, Forum PUSPA dan Walhi Lampung berjanji untuk bisa memfasilitasi keinginan masyarakat dalam mengaktifkan kegiatan bank sampah di kelurahannya.

Sementara itu, Siti Andriani dari Jaringan Perempuan Padmarini (JPP) memberikan edukasi tentang pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair. Produk dari aktivitas pengolahan sampah organik ini dapat digunakan dalam urban farming sebagai pupuk alami yang menghasilkan produk sehat tanpa pestisida. (*)

Komentar