BANDARLAMPUNG –Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si menghadiri kegiatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2023, di Dapur Difabel, Bandarlampung, Minggu (17/12/2023).
Pada acara tersebut, Dinas Sosial Provinsi Lampung memberikan Bantuan dua unit kursi roda, serta bingkisan untuk penyandang disabilitas yang hadir.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Drs. Aswarodi M.Si, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada para lembaga-lembaga sosial, dan perusahaan yang memberikan perhatian terhadap para penyandang disabilitas.

Ia juga menyampaikan bahwa masih banyak disabilitas yang berada di pelosok-pelosok desa yang tidak bisa mengakses informasi, dan rehabilitasi seperti teman-teman rasakan seperti sekarang ini.
“Saya berkunjung ke 15 Kabupaten Kota, nun jauh di sana di ujung pelosok-pelosok desa itu masih banyak sekali penyandang disabilitas yang tidak bisa mengakses baik informasi apalagi layanan rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah. Karenanya saya sangat senang sekali, dan mengapresiasi, ini adalah salah satu bentuk penghormatan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, yang bukan hanya pemerintah yang melakukannya, tetapi ada dari lembaga-lembaga sosial lainnya, dari perusahaan, dan terutamanya dari Bu Saptarini. dan seperti yang saya sampaikan tadi, saudara-saudara kita yang jauh disana, dan kami mencoba menjangkau melalui program Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat,” ujar Kadis.
Kadis menambahkan, Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama) adalah kegiatan jemput bola, dimana Dinas Sosial sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) memberikan layanan rehabilitasi di dalam panti, yang sifatnya menunggu kehadiran penyandang disabilitas.
Perlu diketahui, pada kegiatan Yansos Jejama, tim mencari dan mendatangi para penyandang disabilitas, di desa dan kecamatan untuk diberikan layanan rehabilitasi yang sama seperti layanan rehabilitasi di dalam panti.
Tim Yansos Jejama terdiri dari tenaga medis (dokter) RSU Abdoel Moeloek, Perawat Kejiwaan dari RSJ, Psikolog dan pekerja sosial, bekerja diawali dengan pemeriksaan oleh tim medis untuk menentukan derajat kedisabilitasan, dilanjutkan assesment oleh psikolog dan pekerja sosial, yang hasilnya dalam bentuk rekomendasi jenis intervensi yang diberikan kepada penyandang disabilitas.
Pelaksanaan kegiatan itu sesuai dengan misi ketiga Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penyandang disabilitas, guna mewujudkan rakyat Lampung berjaya.






