LAMPUNGSELATAN — Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Drs. Aswarodi M. Si bersama Polda Lampung, Komando Resort Militer (Kasrem), Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Perhubungan Tulang Bawang Barat, Jasa Raharja Lampung, Basarnas Lampung, serta unsur instansi terkait lakukan penjemputan jenazah Pipit Piyono korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Asal Lampung yang telah teridentifikasi.
Jenazah tiba di Provinsi Lampung menggunakan pesawat Batik Air di Bandara Radin Inten II, Terminal Cargo, Branti Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (16/1/2021) siang sekitar pukul 13.30 WIB, yang kemudian diserahkan oleh pihak Sriwijaya kepada istri disaksikan keluarga besar korban serta perwakilan pihak keluarga.
Perlu diketahui, berdasarkan keterangan Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Arsyad di lokasi penjemputan Jenazah Pipit mengatakan, baru satu korban asal Lampung atas nama Pipit Piyono yang berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dan team Trauma Healing.
Tepat pada hari Kamis 14 Januari 2021 telah teridentifikasi yaitu bernama Pipit Piyono dan Sabtu 16 Januari ini jenazah telah diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta ke bandara Radin Inten II dan semua difasilitasi perusahaan maskapai penerbangan Sriwijaya Air.
Jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka, dan akan langsung dikawal oleh Polda Lampung bersama Dinas Perhubungan Tulang Bawang Barat hingga prosesi pemakaman.
Pipit Piyono merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang berasal dari Tiyuh (Desa) Toto Makmur, Kec. Batu Putih, Kab. Tulang Bawang Barat, Lampung.
Korban lain asal Lampung yang belum teridentifikasi yakni atas nama Sugiono Effendy (37) dan Yohanes (27). Ketiga Korban Pesawat Sriwijaya SJ-182 berasal dari desa yang sama.(*/ih)






