Nyimas : Tidak Mungkin Saya Permalukan Pak Zulkifli Hasan

405

BANDARLAMPUNG, SS– Karena memiliki cara pandang berbeda dalam menentukan dukungan calon gubernur – wakil gubernur pada pilgub 27 Juni 2018 mendatang, Nyimas G.Putri, salah satu Politikus wanita asal Lampung ini membantah telah mempermalukan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum DPP PAN.

“ Tidak mungkin saya mempermalukan pak Zulkifli Hasan. Karena beliau (Zulkifli) yang mengajak saya untuk bergabung di PAN. Tetapi sebagai politikus, menurut saya boleh saja kita mempunyai pandangan berbeda dengan partai, khususnya DPP” ujar Nyimas saat dihubungi, Rabu (7/3).


Nyimas menambahkan, setiap manusia mempunyai hati nurani dalam menentukan pilihan. Apalagi dalam konteks ini memilih seorang kepala daerah yang sangat menentukan kemajuan daerah yang dicintainya untuk lima tahun kedepan.

“Buktinya selain saya juga ada kader partai yang bersebrangan secara terang-terangan mendukung dan akan berjuang memenangkan M.Ridho Ficardo – Bachtiar Basri di pilgub,” tegas isteri dari Dr. dr. H. M. Syafei Hamzah ini.

 Semestinya, sambung wanita berhijab ini, DPP PAN bisa mengkaji atau mengevaluasi kembali keputusan untuk mengusung salah satu pasangan calon gubernur – wakil gubernur jika ada kader yang bersebrangan.

“ Meskipun semua memiliki cara pandang berbeda. Tetapi tidak ada salahnya perbedaan itu kita coba untuk disamakan melalui komunikasi,” imbuhnya.

Selain itu, Ia mempertanyakan sikap partai yang seakan tidak memiliki komitmen pasti dalam mengusung salah satu pasangan calon gubernur –wakil gubernur yang akan berlaga di ajang pesta demokrasi lima tahunan tingkat provinsi tersebut.

Kemudian, setalah DPP PAN mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan calon nomor urut tiga, tersiar kabar bahwa partai berlambang matahari terbit ini akan menarik dukungan dari Arinal Djunaidi ke petahana M.Ridho Ficardo. Karena diindikasi PAN merasa tidak pernah diajak berkoordinasi bersama Golkar dalam menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya tersebut.

“ Kalau memang kabar itu benar, masa iya  karena hanya karena salah satu kader tidak jadi berpasangan dengan M.Ridho Ficardo. Lantas partai tidak jadi mengalihkan usungan ke calon lainnya. padahal kita juga seolah tidak dianggap dengan tiba-tiba muncul pemberitaan si A berpasangan dengan si B di DPP partai sebelah. Lalu apa yang menjadi landasan mereka dalam menentukan pilihan,” pungkasnya.

Ia berharap, politikus Lampung dapat bersama-sama memperjuangkan hati nurani dalam menentukan dukungan ke salah satu pasangan calon gubernur –wakil gubernur di pilgub 2018.

“jadi jangan sampai ada yang saling menjelek-jelekan satu sama lainnya, jika tidak mengetahui permasalahannya dari awal. Karena nantinya masyarakat akan menertawakan kita,” pungkas isteri Plt Direktur RSUAM tahun 2013 tersebut. (rls).

Komentar