Enseval Berikan Pendampingan Urus Izin Outlet Obat

177

BANDARLAMPUNG — PT Kalbe memberikan pendampingan kepada para pelanggan melalui salah satu entitas anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval), yang menyalurkan obat untuk menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

Pendampingan kepada pelanggan ini digelar di word stair pada hari kamis 4 juli 2019, yang menghadirkan narasumber Hari Nugroho, Kepala Komunikasi Eksternal & Hubungan Stakeholder PT Kalbe Farma Tbk, Danu Tri Handriyono, Area Business Manager Enseval Bandar Lampung, dan Dra. Asnah Tarigan., Apt., M.Kes. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

Enseval Menggelar Media Brief, di Woodstairs Cafe, Bandarlampung, Rabu (4/7/2019).

Kegiatan ini bertujuan agar pelanggan dapat memastikan mutu obat selama proses distribusi penyaluran sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaannya, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat secara maksimal dari obat yang digunakan.

Kegiatan pemberian bimbingan teknis akan dilakukan di seluruh kota/kabupaten di seluruh Indonesia dimana kantor cabang Enseval beroperasi, dan sebagai tahap awal akan dimulai dari Semarang, Jember, Palembang, Makassar dan Bandar Lampung.

“Sesuai misi Kalbe yakni meningkatkan kesehatan untuk kehidupan lebih baik, Kalbe terus menghasilkan produk berkualitas untuk masyarakat,”ujar Hari Nugroho, Kepala Komunikasi Eksternal & Hubungan Stakeholder PT Kalbe Farma Tbk.
Ditempat yang sama Area Business Manager Enseval Bandar Lampung Danu Tri Handiyono menjelaskan, Enseval sebagai salah satu anak usaha Kalbe yang bergerak di bidang distribusi senantiasa menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk menjamin kualitas dan keamanan yang didistribusikan.

” Penerapan CDOB itu sudah disusun sejak tahun 2003, dan mulai tahun 2017 melalui Peraturan Kepala BPOM Nomor 25 Tahun 2017 tentang Tata Cara Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik, Pedagang Besar Farmasi (PBF) diwajibkan menerapkan pedoman teknis CDOB. Penerapan CDOB merupakan faktor penting dalam proses pendistribusian obat yang bertujuan memastikan mutu obat selama proses distribusi dan penyaluran, sehingga aman ketika dikonsumsi oleh masyarakat ” jelas Danu.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Dra. Asnah Tarigan., Apt., M.Kes sangat menyambut baik PT Enseval yang memberikan bimbingan teknis kepada pelanggan dengan kategori PBF untuk menerapkan CDOB berupa sosialisasi CDOB, training penerapan CDOB, pendampingan dalam proses pengurusan sertifikat CDOB.

Selain kepada PBF, Enseval juga melakukan pelatihan tentang cara penyimpanan obat yang benar di beberapa rumah sakit yang menjadi pelanggannya, “Sedangkan bagi pelanggan yang dikategorikan sebagai apotik dan toko obat menjual obat, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mendorong agar para pelanggan tersebut memiliki perizinan yang sesuai dengan bidang usahanya, dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Kesehatan,“ kata Asna.

lebih lanjut Dra. Asnah menjelaskan program pendampingan yang dilakukan oleh Enseval, dengan memiliki perizinan yang sesuai bagi pelaku usaha yang menjual obat tentu dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat bahwa obat yang mereka beli tersebut memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Dinas Kesehatan akan terus mendorong setiap pelaku usaha yang menjual obat untuk memiliki perijinan yang sesuai dengan bidang usahanya,” ujar Dra. Asnah.

Diketahui, Enseval adalah salah satu entitas anak usaha dari Kalbe, yang bergerak di bidang distribusi dan logistik, utamanya untuk produk-produk kesehatan. dengan pengalaman selama lebih dari 45 tahun menjadi perusahaan distribusi dan logistik untuk produk-produk kesehatan, Enseval telah memiliki Sertifikat ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu untuk: pergudangan dan distribusi, bahan baku dan produk kesehatan konsumen serta sertifikat Good Distribution Practice (GDP).

Enseval juga telah memperoleh sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dari BPOM untuk lokasi kantor pusat dan cabang.

Saat ini Enseval memiliki 48 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain menjadi distributor produk-produk Kalbe, Enseval juga mendistribusikan produk obat, alat kesehatan, serta barang konsumsi dari sejumlah produsen yang memiliki produk yang telah dikenal baik oleh masyarakat, antara lain: PT Interbat, Biomerieux, Santan Kara, Beiersdorf, Roche, Nestle, Abbot Diagnostic dan masih banyak lainnya. Sejak tahun 1994, Enseval tercatat sebagai salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia, dengan kode saham:EPMT.

Sekilas tentang Kalbe :
PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi produk kesehatan yang menangani obat bebas (Promag, Mixagrip, Komix, Woods, Fatigon, dll) dan minuman energi dan siap saji (Hydro Coco, Extra Joss), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, Zee, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 38 anak perusahaan dan 12 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan sekitar 17.000 karyawan, yang tersebar di 76 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia.(rd)

Komentar